KELUARGA

KELUARGA
NAJA BANA ZADA

Rabu, 07 September 2022

AHKAMUL FUQOHA

 

Buku AHKAMUL FUQOHA Sоluѕі Prоblеmаtіkа Aktual Hukum Islam dі lіngkungаn NU dari hаѕіl kерutuѕаn muktаmаr, Muѕуаwаrаh Nаѕіоnаl, dan Kоnfеrеnѕі Bеѕаr NU sejak 1926 M ѕаmраі dеngаn 2010 M ini (1926-2010) 

Buku іnі mеnеrаngkum dokumen khusus dan еkѕkluѕіf dаrі Bаhtѕul Mаѕаіl NU yang tеlаh dірutuѕkаn melalui Muktаmаr, Munаѕ Alim Ulаmа dаn Kоnfеrеnѕі Besar NU ѕеjаk tаhun 1926 sampai dеngаn tаhun 2010 M. Sеmuа ѕumbеr rujukаn yang dіjаdіkаn dasar реngаmbіlаn hokum ditulis dеngаn huruf аrаb bersyakal (masykul) diterjemahkan dengan bahasa Indоnеѕіа dаn dіbеrі catatan kaki, ѕеhіnggа bisa dіmеngеrtі ѕесаrа luаѕ dan еmmреrmudаh реnеluѕurаn раdа ѕumbеr аѕlіnуа.

Di ѕаmріng іtu, juga ditampilkan duа mоdеl daftar isi: dі hаlаmаn dераn, dаftаr іѕіnуа urut sesuai muktаmаr, mulai muktamar реrtаmа ѕаmраі muktаmаr Mаkаѕѕаr. Sеdаngkаn di hаlаmаn аkhіr, dаftаr іѕіnуа diklasifikasi, ѕереrtі bаb hаjі ѕеndіrі, bab nіkаh ѕеndіrі dаn ѕеtеruѕnуа, jаdі раrа pembaca аkаn lеbіh mudah dаlаm mеnсаrі kаtеgоrі mаѕаlаh уаng dііngіnkаnnуа. 

“Dаrі ѕеkіаn іlmu аgаmа, fіԛіh dianggap paling реntіng dі lіngkungаn NU. Sebab, fіԛіh mеruраkаn реtunjuk bаgі ѕеluruh реrіlаku dan реnjеlаѕ ара yang bоlеh dаn ара уаng tidak bоlеh. Fiqih merupakan tuntunаn рrаktіѕ mempraktekkan аgаmа dalam berbagai bidang kеhіduраn, dаrі ѕоаl bеrіbаdаh hіnggа bеrроlіtіk”, (KH. Miftahul Ahуаr, Rois Aаm PBNU)

“Kерutuѕаn уаng dіhаѕіlkаn NU mеlаluі Muktаmаr dаn Munаѕ іnі mеmіlіkі kеkuаtаn hukum dаn bisa dіjаdіkаn rujukan, kаrеnа mеruраkаn hаѕіl іѕtіmbаth jаmа’і yang mеmіlіkі оtоrіtаѕ tertinggi di оrgаnіѕаѕі Nahdlatul Ulаmа. Pаrа ulama dalam forum bаhtѕul mаѕаіl tеlаh menjadikan kutubul mu’tаbаrаh уаng dіаkuі kuаlіtаѕ dаn vаlіdіtаѕnуа sebagai rujukаn, ѕеhіnggа рrоduk уаng dіhаdіrkаn sangat otoritatif dan layak menjadi rujukan bеrѕаmа”, (Prоf. DR. KH. Said Aԛіl Siraj, Kеtuа Umum PBNU). 



Itulah tulisan kami tentang "AHKAMUL FUQOHA Solusi Problematika Aktual Hukum Islam (1926-2010)" semoga bermanfaat bagi semuanya dan jika tulisan ini bermanfaat bagi orang lain silahkan untuk berbagi dengan men SHARE kepada orang lain.

 

Rabu, 27 Juli 2022

Khobbiri : Lirik dan Arti

 


خبّري

خبّري يانسيما عن مغرام شذى والهان

Berilah kabar kepadaku, wahai angin sepoi-sepoi, aku tergila-gila, aku sangat rindu dan bingung

عاشق الأنوار

Oh rindu, rindu kepada cahaya

أنت عنّي تشتكي وحالي كلّ اللّيالي سهرا

Engkau perintahkan aku mengadu kepadanya,

lihatlah keadaanku,sepanjang malam aku begadang

كى أرى المختار

Agar aku dapat memandang Nabi Al-Mukhtar (Nabi pilihan)

من يّلمني فى غرامي طالما عاشق جمالك

Barang siapa menghina penyakitku, sungguh sangat terlambat karena kerinduanku pada kebaikan kekasihku sudah lama

يامكرّم ياممجّد يامؤيّد بالشّفاعة

Wahai manusia yang dimuliakan, diagungkan, dikuatkan dengan syafa’at

هاأنا أنالها

Berilah itu kepadaku

 

Senin, 30 Mei 2022

Muhammad Zada Khoiruhu

 

    Sore hari Tanggal 24 Mei 2022 sekitar jam 17.00 WIB, istriku bilang kalau kandungannya mulai kerasa seakan-akan mau melahirkan dalam waktu dekat. Kemudian aku bilang ke si "bayi" sambil pegang perut istriku "nanti ya dek, bentar lagi sholat Maghrib". Keadaan istriku semakin tak menentu, karena merasakan perut kencang berkali-kali, dibarengi dengan turunnya hujan lebat. Kemudian masuklah saat maghrib dan aku putuskan untuk sholat Maghrib dulu beserta istri yang sambil meringis menahan rasa sakit.

    Setelah Sholat Maghrib, kami sekeluarga memutuskan untuk tetap berangkat walaupun masih dalam keadaan hujan lebat. Dengan dukungan penuh dari Istri, dan kedua kakak si bayi yang sangat antusias ingin segera bertemu dengan adiknya yang sebentar lagi akan lahir ke dunia. Pergilah kami berempat (Aku, istri, Naja, dan Bana) Naik sepeda motor dengan guyuran hujan lebat menuju rumah Mbah di Dukuhwaluh untuk menurunkan Naja dan Bana terlebih dahulu sebelum menuju Rumah Sakit.

    Sesampainya di rumah mbahnya Naja, terdengar suara adzan 'Isaya, sehingga akupun menawarkan ke istri untuk sholat 'Isya terlebih dahulu, dan ia pun menganggukkan kepala. Setelah selesai sholat, kami berdua bergegas menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Arif Purwokerto. Belum juga satu kilometer dari rumah mbahnya Naja, tiba-tiba sepeda motor yang kami naiki menuju RS, kehabisan bahan bakar. Dengan sangat terpaksa aku menurunkan istriku di pinggir jalan, aku balik arah menuju POMINI. Alhamdulillah sepeda motornya bisa kembali berjalan dan kamipun melanjutkan sampai RS.

    Singkat cerita setelah sampai di ruang IGD sekitar pukul 20.00 WIB, istriku diperiksa bidan dan ternyata baru pembukaan 2 (dua). Bukan hanya dicek pembukaaannya, melainkan di cek darah dan di cek antigen covid-19. Pengalaman pertama istriku di swab, alhamdulillah hasilnya negatif covid-19. Kemudian setelah dari IGD, kami dipindah ke ruang rawat inap di kamar Arjuna 2A. disana istriku manfaatkan untuk jalan-jalan, yang tujuannya agar mempercepat pembukaan.

    Jam 23.00 WIB, istriku dipindah ke ruang bersalin. Dengan bantuan para tim medis dan bidan yang semuanya perempuan tangkas, kuat, sabar dan penuh canda, istriku mulai berjuang mati-matian sebagai kodrat keibuan melahirkan secara normal. Alhamdulillah pukul 23.25 WIB bayi yang ditunggu-tunggu, lahir atas kudrat irodah Alloh SWT, dan kami berinama 'Muhammad Zada Khoiruhu'. Dengan harapan kelak menjadi anak yang terus bertambah kebaikannnya baik di dunia sampai akhirat.

Kamis, 05 Mei 2022

Dzikir Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah

 


    Salah satu episode hidupku, pada tanggal 17 April 2022 bertepatan tanggal 15 Ramadhan 1443H, saya ditemani istri dan anak-anak, sowan bersilaturrohim ke kediaman mbah Yai Abdul Karim Suyuti Usman di grumbul Bakung Desa Linggasari Kembaran Banyumas Jawa Tengah. Siang setelah dzuhur kami sampai di depan rumah Beliau, tapi kami belum berani mengetuk pintu rumah si mbah Yai, kami takut beliau sedang istirahat (sare). Jadi kami memutuskan untuk duduk di serambi masjid yang persis di depan rumah si mbah yai Suyuti ini. Agak cukup lama kami berada dalam situasi menunggu, dan dalam hati saya terus memberi fatihah untuk si mbah Yai Suyuti, samapai-sampai bekal air dalam botol anak kami sudah habis, Saya segera memutuskan ke istri untuk kembali ke rumah, dan berkunjung lagi di waktu mendatang.

    Dikala keputusan kami untuk beranjak pulang sudah mantap, tiba-tiba Si Mbah Yai Abdul Karim Suyuti Usman muncul melintas di depan serambi masjid. Saya sangat terkejut dengan kedatangan sosok sesepuh yang melintas, tanpa ragu, saya langsung menghampiri Beliau dan "salaman", dalam hati saya "inilah mbah Suyuti yang saya cari", padahal sebelumnya saya belum pernah bertemu Beliau, dan belum tahu wujud beliau, wajah Beliau seperti apa, tapi hati saya entah mengapa mantap, bahwa inilah Mbah Yai Suyuti yang saya tuju. Setelah sungkem salaman, saya memberanikan diri berucap:"kulo pengin sowan, Mbah". Dengan nada rendah hati, beliau menjawab: " Ya ayuh mlebu" (Ya ayo masuk) dengan mengisyaratkan menuju rumah beliau.

    Saya pun beserta istri dan anak-anak bergegas menuju rumah beliau dengan keadana hati yang sangat senang. Sesampainya masuk Rumah beliau, hati makin mantap bahwa si mbah inilah yang saya cari dengan melihat foto-foto yang terpampang di dinding tembok rumah beliau. Ada foto banyak tuan Guru mursyid thoriqoh disana.

    Tanpa ragu dan tanpa basa basi, saya memperkenalkan diri ke Beliau, dan maksud sillaturrohim sowan ke beliau untuk baiat Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah. Beliau-pun menjawab dengan menyakinkan saya lagi: "Arep melu dzikir?" (mau ikut dzikir?), saya lang sung menganggukkan kepala sambil menjawab : nggih mbah...............

    Kemudian si mbah Yai Abdul Karim Suyuti Usman dawuh: "adus tobat disit ya, nembe bengat" (mandi Tobat dulu ya, baru bai'at). Dan beliau masuk ke dalam kamar untuk mengambil secarik kertas tata cara mandi tobat sebelum bai'at thoriqoh. Beliau langsung mengajari saya tata caranya, dan beliau memminta saya agar mandi tobat malam Selasa, kemudian hari Selasa ba'da dzuhur disuruh datang untuk bai'at.

    Di Malam 17 Romadhon 1443 H, bismillah saya mengamalkan apa yang telah didawuhkan si mbah Yai Abdul Karim Suyuti Usman, yakni mandi tobat dan serangkaian dzikir. Siangnya saya dengan rasa senang menuju masjid depan rumah beliau untuk ikut jama'ah dzuhur dan niat mau bai'at thoriqoh ke Beliau. Seelum mbah yai menuju tempat untuk mengimami sholat dzuhur, saya menghamiri beliau untuk salaman, dan beliau bertanya ke saya: "wis siap"? (sudah siap?), saya langsung menganggukkan kepala:nggih mbah... Beliau menimpali lagi : "mengko bar sholat dzuhur ya" ( Nanti setelah sholat dzuhur ya".

    Setelah selesai sholat dzuhur, saya langsung maju menuju Si Mbah Yai berhadap-hadapan langsung dengan beliau. Beliau dengan sabar mengajari dan menerangkan dzikir Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyah. Saya disuruh salaman bai'at, dan beliau dawuh: "aja kuwatir, mengko tek gawani catetan" (jangan khawatir, nanti saya bawakan catatan). Dua lembar catatan yang ada di atas tulisan ini, adalah dzikir Thoriqoh Qodiriyah Wan Naqsyabandiyan yang sekarang menghiasi dan amalan keseharian saya setiap selesei sholat wajib. Dengan mengharap Ridho dan pertolongan Alloh, semoga saya dan seluruh murid thoriqoh dimanapun berada, diberi kukuatan untuk istiqomah mengamalkan dzikir yang insyaalloh sanadnya muttashil sampai dengan Rosululloh Saw.

Kamis, 03 Februari 2022

Abubakar Mulachela

 

    Dia yang berdiri paling tengah adalah anak kedua dari habib Syekh muachela dan ibu Muslihah. lahir pada 5 Juni 2003 di desa Tinggarjaya Jatilawang Banyumas. Adik dari syarifah Nelly Azizah ini kemudian pindah ke Sidabowa Patikraja Banyumas untuk ikut eyang kakung dan putri, karena tahun 2006 si Aab (panggilan Abubakar Mulachela) ini menjadi anak yatim. Disana dia hidup bareng kakaknya menghabiskan masa kecilnya bersama saudara-saudara yang sebagian tampak dalam foto di atas (dari kiri ke kanan: Itmamul Wafa, Umar Faruqi, Abubakar Mulachela, Fathul Arif, dan Ahmad Maimun).

    Di Sidabowa, si Aab ini senang sekali pergi main ke Sungai Banjaran yang letaknya sangat dekat dengan rumah eyang kakungnya. Menjadikan dia sangat mahir berenang.

    Sekolah Formal yang dilaluinya sangat berliku.......... berawal dari taman kanan-kanaknya dan Sekolah Dasarnya di Sidabowa, tepatnya sampai kelas 5 Di MI Ma'arif NU Sidabowa. Setelah itu Aab mengenyam kelas 6 SD Di Desa Tinggarjaya Jatilawang sembari mondok di Pondok Pesantren Rodhotul Huda yang letak pondoknya sangat dekat dengan makam Abahnya itu.

    Setelah tamat SD, Abubakar melanjutkan ke SLTP/ MTs Ma'arif NU jatilawang. Disana dia bertemu dengan sepupunya yang berasal dari Jeruklegi Cilacap yang namanya Fathul Arif atau yang biasa dipanggil ufat. Jadi Si Aab sangat betah untuk sekolah di sana karena bareng saudara. Setelah selesei dari Mts, Aab melanjutkan pendidikan formal dan mondoknya Ke Wonosobo. Tetapi hanya bertahan setahun untuk tinggal diWonosobo. Lalu Aab melanjutkan belajarnya di SMK Maarif NU Rawalo sampai selesei.

    Sehat selalu ya Bang Aab.................

SANAD AL-QURAN

  SANAD AL-QUR’AN 1.       Nabi Muhammad Saw 2.       Sahabat Usman Bin Affan,  Ali Bin Abi Tholib, Zaid Bin Tsabit, Abdulloh Bin Mas’ud...