PEMBUKAAN
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh SWT
yang telah memberikan berbagai kenikmatan kepada penulis, sehingga bisa
menyelesaikan tulisan Meraih Sukses ini dengan suasana hati sangat riang
gembira. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi
Muhammad Saw Sang suri tauladan dan kita harapkan syafa’atnya di hari kiamat
kelak.
Penulis hadirkan buku yang kedua ini, setelah menulis buku
yang pertama tentang sebagian amaliyah-amaliyah yang baik dari eyang Nurrohman
al Djamhari. Buku ini penulis susun dari sebagian lembaran-lembaran kertas
kecil yang biasa penulis gunakan dalam mengisi khutbah jum’at di beberapa
masjid. Mengingat pentingnya isi materi-materi khutbah tersebut, dan agar tidak
hilang tercecer, maka penulis merasa perlu untuk menjadikannya sebagai buku. Penulis
memberi judul “Meraih Sukses” dalam buku ini, agar semua orang yang membaca dan
mengamalkan isi buku ini akan sukses di dunia sampai akherat.
Dengan mengharap rido dan pertolongan dari Alloh SWT, semoga
keberadaan buku ini dapat bermanfaat untuk penulis pribadi sebagai jariyah
untuk anak cucu dan para pembaca pada umumnya.
Purwokerto, 20 Desember 2025
Umar Faruqi, S.H.I
DAFTAR ISI
Pembukaan…………………………………………………….……i
Daftar Isi……………………………………………………………ii
Penyebab Seseorang Bertaqwa…………..…………….……….…..1
Tujuan Alloh SWT Memberikan Ujian Kepada Manusia…....……..5
Beramal Sholeh Menjadikan Masuk Surga……………..…………11
Malaikat Jibril Berharap Menjadi Manusia………………...….…..16
Manusia Ciptaan Alloh SWT Yang Paling Baik Bentuknya…..…..25
Tanda-Tanda Alloh SWT Mencintai Hambanya……………..….…29
Kemuliaan Menjaga Sholat Lima Waktu………………….....…….34
Keutamaan Dzikir Kepada Alloh SWT……………………..….…..36
Manusia Menanggung Amanah Dari Alloh SWT……………….….40
Berbaik Sangka Kepada Siapapun………….……………….….…..44
Alasan Alloh SWT Memberikan Rizqi Kepada Manusia..…..…..….48
Kiat-Kiat Menjaga Konsistensi Dalam Beribadah…………..…..…..53
Hakikat Kehidupan Yang Baik………………….…………………...58
Pertanyaan Nabi Musa Kepada Alloh Tentang Tujuh Perkara………64
Lima Kegelapan dan Lima Penerangnya……………...……….……69
Penyebab Seseorang Bertaqwa
Kita Sebagai
hamba Alloh SWT diperintahkan untuk senantiasa bertaqwa atau menjalankan
perintah-perintah Alloh dan menjauhi segala larangan Alloh SWT. Karena kalau
kita mampu menjadi hamba yang paling bertaqwa, maka hidup kita akan mulia disisi
Alloh SWT baik di dunia maupun akhirat. Hal ini sesuai dengan Firman Alloh SWT
di dalam Al-Qur’an Surat Al-Hujurat ayat 13:
إن
أكرمكم عندالله أتقاكم
“Sesungguhnya yang paling mulia diantara kamu sekalian (disisi)
Alloh SWT adalah yang paling bertaqwa diantara kamu sekalian”
Adapun diantara penyebab
yang menjadikan seseorang mau bertaqwa kepada Alloh SWT menurut pendapatnya
Syekh Hafidh Hasan al-Mas’udi di dalam kitab Taisirul Kholaq fi ‘Ilmil Akhlaq
adalah sebagai berikut:
١) أن يلاحظ الإنسان أنه
عبد ذليل
“Manusia yang mau
mengakui bahwasanya ia adalah seorang hamba yang hina atau lemah”
Kalau manusia sudah
memiliki kesadaran bahwa ia adalah seorang yang lemah atau hina, maka ia tidak
akan sombong dan akan terus taat dan tunduk terhadap segala aturan dari Alloh
SWT sang Maha Kuasa. Sejatinya kita sudah diingatkan di dalam Al-Qur’an bahwa manusia
itu diciptakan oleh Alloh SWT dalam keadaan yang lemah, tidak ada daya kekuatan
kecuali atas pertolongan dari Alloh SWT. Di dalam Surat An-Nisa ayat 28
dijelaskan:
وخلق الإنسان
ضعيفا
“Dan Manusia
dijadikan bersifat lemah”
Lebih lanjut Shekh Hasan al Mas’udi
menuturkan:
وأن ربه قوي
عزيز ولا ينبغي للذليل أن يعصي العزيز
“Dan
sesungguhnya Tuhannya manusia (Alloh SWT) adalah dzat yang Maha Kuat dan Mulia,
dengan demikian tidak sepantasnya bagi manusia yang bersiafat hina dan lemah
untuk bermaksiat atau durhaka kepada dzat yang Maha Kuasa”
٢) أن يتذكر إحسان الله
إليه في جميع الأحوال
“Seseorang
yang terus menerus mengingat akan kebaikan dari Alloh SWT di setiap keadaan”
Dengan selalu mengingat semua anugerah dan
nikmat-nikmat Alloh SWT yang diberikan kepada manusia, yang mana nikmat-nikmat
itu tidak bisa terhitung jumlahnya, pastilah seorang hamba akan selalu
bersyukur dan salah satu bentuk cara berterimakasih kepada Alloh SWT ialah ia
akan selalu bertaqwa menjalankan segala yang diperintahan oleh Alloh dan
menjauhi segala yang dilaran Alloh SWT.
Diantara nikmat Alloh SWT kepada kita, ialah
kita diwujudkan dalam bentuk manusia. Yang mana manusia merupakan makhluk
ciptaan Alloh yang paling lengkap dan dimuliakan oleh Alloh SWT, hal ini
sebagaimana Q.S.Al-Isra:70:
ولقدكرمنا بني
أدم وحملناهم في البر والبحر ورزقناهم من الطيبات وفضلناهم على كثير ممن خلقنا تفضيلا
“Dan
sungguh telah kami muliakan anak-anak Adam (manusia) dengan ilmu pengetahuan,
akal sehat, bentuk yang paling baik dan kami angkut mereka di daratan dengan
menaiki kendaraan dan di lautan dengan menaiki perahu-perahu, dan kami beri
mereka rizki yang baik-baik, serta kami lebihkan mereka dengan
kelebihan-kelebihan yang sempurna disbanding kebanyakan makhluk yang telah kami
ciptakan”
Setelah kita diciptakan oleh Alloh SWT diberi
wujud manusia yang sempurna, kemudian Alloh SWT memberikan kenikmatan yang
sangat besar kepada kita, yakni kenikmatan iman dan islam. QS. Al-An’am ayat
125:
فمن يرد الله
أن يهديه يشرح صدره للإسلام
“Barangsiapa
yang Alloh SWT menghendaki akan memberikan hidayah kepadanya, niscaya Alloh SWT
melapangkan dadanya(hatinya) untuk memeluk agama Islam, dengan cara menyinarkan
nur hidayah ke dalam dadanya sehingga dengan sadar, ia mau menerima Islam”
Dengan adanya rasa syukur atas berbagai macam
pemberian dari Alloh SWT, menjadikan manusia bertambah mantap dalam bertaqwa
kepada Allh SWT.
٣) أن يتذكر الموت
“Diantara
penyebab seseorang bertaqwa kepada Alloh SWT ialah adanya kesadaran bahwa
kematian pasti akan dialaminya”
Dengan mengingat kematian, maka kita akan
menjadi pribadi yang lebih berhati-hati dalam melakukan aktifitas, dan akan
lebih istiqomah dalam menjalankan semua kewajiaban dan terus berusaha meninggalkan
larangan Alloh SWT sebagai bekal sebelum datang kematian.
وأنه ليس
أمامه إلاالجنة اوالنار بعثه ذلك إلى الأعمال الصالحة[1]
“Dan
sesungguhnya tidak ada dihadapan manusia (tempat di akhirat) kecuali surge atau
neraka, dengan mengingat kematian maka akan menumbuhkan semangat untuk
melakukan perbuatan yang baik”
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan kita
kekuatan untuk selalu istiqomah menjaga ketaqwaan sampai akhir hayat kita,
aamiin…
Tujuan Alloh SWT Memberikan Ujian Kepada
Manusia
Setiap manusia hidup di dunia ini pasti akan
mendapat ujian dari Alloh SWT, hal ini sesuai dengan firman Alloh SWT dan hadis
Nabi Muhammad Saw, sebagai berikut:
إناخلقنا الإنسان
من نطفة أمشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيرا (الإنسان:٢)
“Sesungguhnya
Kami menciptakan manusia dari nuthfah yang bercampur yang kami hendak
mengujinya, karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat.”(QS. Al Insan:
2)
وقال النبي صلى
الله عليه وسلم إن عظم الجزاء مع عظم البلاء وإن الله تعالى إذا أحب قوما إبتلاهم فمن
رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط[2]
“Dan
Nabi Muhammad Saw bersabda: sesungguhnya besarnya balasan atau pahala itu
disertai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya ketika Alloh SWT mencintai
suatu kaum, Maka Alloh SWT akan menguji kaum tersebut, barangsiapa yang
rela(terhadap ujian) maka Alloh SWT pun rela, dan barangsiapa yang benci/marah
terhadap ujian tersebut, maka Alloh SWT pun murka terhadap kaum tersebut.”
Adapun tujuan Alloh SWT memberikan
ujian/cobaan kepada manusia adalah diantaranya:
1. Sebagai bukti bahwa yang diberi ujian adalah
tanda orang yang dikehendaki baik oleh Alloh SWT. Hal ini sebagaimana hadis
Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
حدثنا عبدالله بن يوسف أخبرنا مالك عن محمد بن عبدالله
بن عبدالرحمن بن أبي صعصعة أنه قال سمعت سعيدبن يسار أباالحباب يقول سمعت أباهريرة
يقول قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من يرد الله به خيرا يصب منه[3]
“Menceritakan
kepada kami Abdulloh bin Yusuf, mengabarkan kepada kami Malik dari Muhammad bin
Abdulloh bin Abdurrohman bin Abi Sho’sho’ah, sesungguhnya dia berkata saya
mendengar said bin yasar abulhubbab berkata, saya mendengar Abu Hurairah
berkata, Rasululloh Saw bersabda: barangsiapa yang Alloh SWT kehendaki baik,
maka Alloh SWT akan mengujinya.”
Hadits ini member pelajaran kepada kita
selakuumat Nabi Muhammad Saw agar selalu berfikir positif manakala kita sedang
diuji oleh Alloh SWT. Kita harusmelewati ujian dari Alloh SWT dengan cara
bersabar dan berbaik sangka bahwa kita sedang dikehendaki baik oleh Alloh SWT.
2. Diantara tujuan Alloh SWT memberikan ujian
kepada manusia ialah untuk menguji sifat syukur dan sabar seorang hamba yang
mukmin. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad Saw:
عن أبي يحي صهيب بن سنان رضي ألله عنه قال قال رسول
الله صلى الله عليه وسلم عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله له خير وليس ذلك لأحد إلا للمؤمن
إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له (رواه مسلم)[4]
“Dari
Abi Yahya bin Shuhaib bin Sinan R.A, berkata: Rasululloh Saw bersabda: sungguh
menakjubkan untuk semua urusan orang mukmin, sesungguhnya semua urusannya
adalah baik, tidak seorangpun yang memiliki kebaikan itu kecuali seorang yang
beriman, (karena) jika seorang mukmin mendapatkan kelapangan (kenikmatan) maka
ia senantiasa bersyukur, keadaan inilah yang menjadikannya ia baik, dan jika
seorang mukmin mendapati kesulitan, ia senantiasa bersabar, keadaan sabar inilah
yang menjadikannya ia baik.”
Hadis diatas memberikan kita pengertian, bahwa
kalau kita sudah berikrar menjadi seorang yang beriman, hendaknya kita selalu
menjaga keimanan kita dengan cara bersyukur atas nikmat-nikmat Alloh SWT yang telah
diberikan kepada kita. Serta senantiasa bersabar manakala kita sedang diberi
kesulitan-kesulitan di dunia ini sebagai bentuk ujian kepada kita. Agar kita
menjadi seorang mukmin yang sempurna, yang sudah aying bahwa semua keadaan
orang yang mukmin adalah baik, karena mampu menyikapi dan menghadapi semua
urusan dengan baik.
3. Tujuan Alloh SWT menguji hambanya ialah agar
orang yang diuji mendapatkan pahala surga. Hal ini sebagaimana hadis Nabi
Muhammad Saw sebagai berikut:
حدثنا عبدالله بن يوسف أخبرناالليث قال حدثني ابن
الهاد عن عمرو مولى المطلب عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله
عليه وسلم يقول إن الله قال إذا ابتليت عبدي بحبيبتيه فصبر عوضته منهما الجنة, يريد
عينيه[5]
“Menceritakan
kepada kami Abdulloh bin Yusuf, mengabarkan kepada kami Laits berkata: menceritakan
kepadaku Ibnulhadi dari Amr maula Mutholib dari Anas bin Malik R.A berkata:
saya mendengar Rosululloh Saw bersabda: sesungguhnya Alloh SWT berfirman:
ketika aku menguji hambaku mengenai kedua matanya, maka hambaku bersabar, Aku
akan menggantinya dengan surga, (masudnya adalah tentang kehilangan penglihatan
kedua mata).”
4. Diantara tujuan Alloh SWT memberikan ujian
kepada manusia adalah untuk menghilangkan dosa-dosa. Hal ini sebagaimana
keterangan dari hadis Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
حدثني عبدالله بن محمد حدثنا عبدالمالك بن عمرو حدثنا
زهير بن محمد عن محمد بن عمرو بن حلحلة عن عطاء بن يسار عن سعيد الخدري وعن أبي هريرة
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال مايصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا
أذى ولا غم حتى الشوكةِ يشاكها إلا كفر الله بها من خطاياه[6]
“Menceritakan
kepadaku Abdulloh bin Muhammad, menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Amr,
menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad dari Muhammad bin Amr bin Halhalah
dari ‘Atho bin Yasar dari Said al-Khudriy dan dari Abu Hurairoh, dari Nabi
Muhammad Saw bersabda: Tidaklah seorang muslim mengalami kelelahan, sakit,
risau pikirannya, sedih hatinya, dan gangguan-gangguan, sampai tertusuk duri,
kecuali Alloh SWT menghapus dosa-dosa muslim tersebut karenanya.”
Lebih lanjut, di dalam kitab Syarh al-Mawa’idh
al-‘Ushfuriyyah karya Syekh Muhammad Abi Bakr di dalam halaman 16, disana
diterangkan bahwa: “Ketika seorang hamba laki-laki atau perempuan yang mukmin
menderita sakit, Alloh SWT mengirim kepadanya empat Malaikat pada saat sebelum
menderita sakit. Maka Alloh memerintahkan malaikat yang pertama untuk mengambil
kekuatannya, kemudian malaikat mengambil kekuatannya si hamba atas perintah
Alloh SWT, menjadikan si hamba lemah dan sakit. Dan Alloh SWT memerintahkan
kepada malaikat yang kedua untuk mengambil rasa lezat menikmati makanan dari
mulutnya. Dan Alloh SWT memerintahkan kepada malaikat yang ketiga untuk
mengambil cahaya wajahnya menjadikan si hamba berwajah pucat. Dan Alloh SWT
memerintahkan kepada malaikat yang keempat untuk mengambil semua dosa-dosanya,
menjadikan si hamba bersih dari dosa-dosa.
Maka ketika Alloh SWT menghendaki menyembuhkan
si hamba dari sakitnya, Alloh SWT memerintahkan kepada malaikat yang mengambil
kekuatan si hamba untuk dikembalikan kembali padanya, dan Alloh SWT
memerintahkan kepada malaikat yang mengambil rasa lezat menikmati makanan untuk
dikembalikan kembali kepada si hamba, dan Alloh SWT memerintahkan kepada
malaikat yang mengambil cahaya wajah si hamba untuk dikembalikan kembali
padanya. Dan Alloh SWT tidak memerintahkan kepada malaikat yang mengambil
dosa-dosa si hamba untuk dikembalikan kepadanya.” Hal ini menjadikan si hamba
yang sakit tadi sembuh dan sehat serta bersih dari dosa-dosa yang hubungannya
dengan Alloh SWT.
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan
kekuatan kepada kita, agar di saat kita diuji oleh Alloh SWT, kita diberi
kesabaran dan selalu berbaik sangka kepada Alloh SWT bahwa segala keputusan
Alloh adalah yang terbaik untuk kita semua.
Beramal Sholih Menjadikan Masuk Surga
Setiap orang yang beriman tentunya sangat
mendambakan balasan yang terbaik dari Alloh SWT karena perbuatan baiknya di
dunia ini. Surga tentunya sangat kita harapkan, karena disana kita akan
mendapatkan kenikmatan yang sangat luar biasa, yakni melihat dzat Alloh SWT. Oleh
karena itu, kita harus lebih bersemangat lagi dalam beramal yang baik, sehingga
kita mendapat rahmat kasih aying Alloh SWT untuk masuk surga. Hal ini sesuai
dengan tuntunan Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat: 124
ومن يعمل من الصالحات
من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فأولئك يدخلون الجنة ولايظلمون نقيرا
“Barangsiapa
yang mengerjakan amal-amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia
orang yang beriman, maka mereka masuk ke dalam surga dan tidaklah mereka
dianiaya walau sedikitpun.”
Banyak sekali perbuatan baik atau amal sholeh
yang dapat kita lakukan di dunia ini, diantaranya ialah sebagai berikut:
1. Sebarkanlah kedamaian
Kedamaian merupakan keadaan yang menjadi
dambaan atau keinginan semua orang. Terlebih kita hidup di tengah-tengah
masyarakat yang majemuk, beraneka ragam agama, suku, ras, dan adat istiadat.
Kita selaku umat yang beriman harus bisa menunjukkan sikap menjaga kedamaian,
dimulai dari hal yang terkecil yakni saling menyapa dan saling mengucapkan
salam ketika berjumpa. Menurut Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim
menjelaskan bahwa ucapan salam tidak sekedar kata-kata, namun mengandung arti
menebarkan kedamaian, kasih saying, dan kerukunan terhadap sesame, baik
keluarga, tetangga atau terhadap seluruh umat muslim, bahkan seluruh umat
manusia.
Selain itu, ucapan salam juga menjadi kunci
ampuh untuk menghilangkan permusuhan, kebencian, dan kerenggangan diantara aying.
Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan kita untuk saling mengucapkan salam
agar tercipta kedamaian diantara manusia.
2. Berilah makanan
Diantara amal shaleh ialah member makan
terhadap aying ciptaan Alloh SWT. Orang yang gemar berbagi memberikan makanan,
terlebih kepada yang sedang membutuhkan, berarti ia adalah sebagai orang yang
dermawan dan pasti dekat dengan surga. Dalam satu Hadis Nabi Muhammad Saw
pernah ditanya sahabat tentang perbuatan yang baik di dalam Islam, maka Nabi
menjawab yakni memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kenal dan
orang yang tidak kenal.
عن عبدالله
بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما أنر جلاسأل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي
الإسلام خير ? قال تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف (متفق عليه)[7]
“Dari
Abdulloh bin Amr bin Ash R.A, sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada
Nabi Muhammad Saw:perbuatan apakah yang terbaik dalam Islam? Beliau menjawab:
member makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kenal dan orang yang belum
kenal.”
Dalam hadis lain Riwayat Imam Turmudzi juga
diterangkan, bahwa orang yang dermawan itu dekat dengan Alloh SWT, dekat dari
Surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka.
3. Sambunglah tali persaudaraan
Menyambung tali persaudaraan atau
sillaturrohim baik dilakukan secara offline maupun online, merupakan salah satu
bentuk perbuatan yang baik/amal shaleh yang dapat mengantarkan ke dalam
surganya Alloh SWT. Sebagaimana dalam salah satu riwat Imam Hakim dalam kitab
Mustadrak ‘ala shohihain juz 2 halaman 563, diterangkan:
ثلاث من كن
فيه حاسبه الله حسابا يسيرا وادخله الجنة برحمته قالوا لمن يارسول الله صلى الله عليه
وسلم قال تعطي من حرمك وتعفو عمن ظلمك وتصل من قطعك قال فإذا فعلت ذلك فمالي يارسول
الله صلى الله عليه وسلم قال ان تحاسب حسابا يسيرا ويدخلك الله الجنة برحمته
“Tiga
orang yang akan mendapatkan hisab yang mudah dari Alloh SWT,dan masuk surga
karena kasih sayangnya, sahabat bertanya: untuk siapa wahai Rosululloh Saw?
Rosululloh Saw menjawab engkau memberi/ bersedekah makan kepada orang yang
menghalangimu/ menyusahkanmu, engkau memaafkan orang yang mendzolimimu, engkau
mau menjalin persaudaraan dengan orang yang telah memutus tali persaudaraan
kepadamu. Salah seorang sahabat bertanya kembali, kalau saya sudah melakukan
semua itu, apa yang saya dapat wahai Rosulalloh? Nabi menjawab: kamu akan
dihisab dengan mudah dan Alloh akan memasukkanmu de dalam surga karena kasih
sayangNya.”
Di dalam Kitab Riyadus Sholihin juga
diterangkan manfaat orang yang suka menyambung tali persaudaraan, yakni sebagai
berikut:
وعن أنس رضي
الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال من أحب أن يبسط له فى رزقه وينسأله فى
أثره فليصل رحمه (متفق عليه)[8]
“Diceritakan
dari Anas R.A, sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda: barang siapa yang ingin
dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung
persaudaraan sanak aying.”
4. Bermunajatlah kepada Alloh SWT
Yang termasuk perbuatan baik atau amal shaleh,
diantaranya ialah melakukan munajat atau mendekatkan diri kepada Alloh SWT di
malam hari dengan melakukan sholat sunnah setelah tidur di malam hari yang
umumnya manusia sedang terlelap tidur atau yang lebih kita kenal dengan sebutan
sholat tahajud. Hal ini sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an surat al-Isra ayat 79:
ومن الليل فتهجد
به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا
“Dan
pada sebagian malam hari, sholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan
untukmu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
Kalau kita mau dan mampu melakukan amal-amal
shaleh tersebut, insyaalloh kita akan dimasukkan ke dalam surganya Alloh SWT
dengan damai karena rahmatNya. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan kita
pertolongan dan kekuatan untuk dapat mengerjakan perbuatan baik di dunia ini,
sehingga kita semua menjadi orang yang beruntung mendapat kasih aying Alloh SWT
masuk surganya.
Malaikat Jibril Berharap Ingin Menjadi Manusia
Ada salah satu kitab karya Imam Abdul Wahab
As-Sya’rani yang berjudul washiyyatul Mushthofa, yakni kumpulan
wasiat-wasiatnya Nabi Muhammad Saw kepada menantunya yang bernama Ali bin Abi
Tholib. Disana ada keterangan yang menjelaskan bahwa malaikat Jibril
menginginkan menjadi manusia karena mau melakukan tujuh perkara. Tentunya tujuh
perkara tersebut apabila dilakukan dengan baik, pelakunya akan memperoleh
pahala yang besar. Adapun tujuh perkara tersebut adalah:
1. Sholat fardhu lima waktu bersama imam
(berjama’ah)
Sholat fardhu dengan berjama’ah tentunya
memiliki faedah yang sangat besar, sampai-sampai malaikat Jibril ingin menjadi
manusia dan mau melaksanakan sholat jama’ah fardhu lima waktu ini. Adapun
fadhilah atau keutamaan dari sholat berjama’ah ini adalah tertuang dalam hadis
Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
عن ابن عمر
رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال صلاة الجماعة أفضل من صلاة
الفذ بسبع وعشرين درجة[9]
“Diceritakan dari
Abdulloh bin Umar, bahwasannya Rosululloh Saw bersabda: Sholat berjama’ah itu
lebih utama daripada sholat sendirian dengan selisih dua puluh tujuh derajat.”
Juga di dalam shohih Bukhori nomor hadis 658,
dijelaskan:
حدثنا مسدد
قال حدثنا يزيد بن زريع قال حدثنا خالد عن أبي قلابة عن مالك بن الحويرث عن النبي صلى
الله عليه وسلم قال إذاحضرت الصلاة فأذنا وأقيما ثم ليؤمكما اكبركما
Menceritakan kepada kami Musaddad, berkata:
menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’, berkata: menceritakan kepada kami
Kholid dari Abi Qilabah dari Malik bin Huwairits dari Nabi Muhammad Saw
bersabda: Apabila datang waktu sholat, maka adzan dan dan iqomatlah, kemudian
hendaknya yang paling tua menjadi imam diantara kalian berdua.”
Dalam keterangan kitab fathul bari dijelaskan
sebagai berikut:
واستدل به
على أن أقل الجماعة إمام ومأموم أعم من أن يكون المأموم رجلا أوصبيا أوإمرأة[10]
“Hadis
tersebut sebagai dalil bahwasannya paling sedikit dikatakan berjama’ah ialah
adanya imam dan makmum, baik itu makmumnya laki-laki, atau anak kecil, atau
perempuan.”
Oleh karena itu, marilah kita giatkan sholat
fardhu lima waktu dengan berjama’ah, agar kita disebut sebagai hamba yang taat
kepada Alloh SWT dan RasulNYa.
2. Berkumpul bersama Ulama
Kita hidup di dunia ini harus pintar-pintar
memilah dan memilih teman bergaul. Karena teman dapat memengaruhi pola piker
kita dalam mengarungi kehidupan. Teman yang baik akan menjadi penyemangat dan
bahkan menyelamatkan kita dari hal-hal yang buruk. Akan tetapi, jika kita
berteman atau sering kumpul dengan orang yang tidak baik, tentu kita akan ikut
dikatakan tidak baik dimata masyarakat, bahkan bisa mengakibatkan kita
terjerumus ke jurang kemaksiatan.
Oleh karena itu, kita harus sering-sering
berkumpul dengan para ulama, yakni orang yang pintar di dalam memahami Agama,
serta mengamalkan ilmunya. Sehingga kita akan menyerap ilmu-ilmunya dan
mendapatkan barokah dalam kehidupan, karena kita mampu mengamalkan yang diajarkan
oleh para ulama. Di dalam Al-Qur’an Surat Az Zukhruf ayat 67 telah diterangkan
manfa’at berkumpul atau berteman dengan orang-orang yang baik, dan jangan
berteman dengan orang yang suka bermaksiat:
الأخلآء
يومئذ بعضهم لبعض عدو إلاالمتقين
“Teman-teman
akrab dalam hal maksiat sewaktu di dunia pada hari itu yakni hari kiamat
sebagian dari mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang
yang bertaqwa yakni orang-orang yang saling kasih saying dalam ketaatan kepada
Alloh SWT mereka itulah yang sebenarnya berteman.”
مثل الجليس
الصالح والجليس السوء كمثل صاحب المسك وكير الحداد لايعدمك من صاحب المسك
إماتشتريه أوتجد ريحه وكير الحداد يحرق بدنك أوثوبك أوتجد منه ريحا خبيثة
“Perumpamaan
teman yang sholeh dengan teman yang tidak sholeh, itu seperti halnya penjual
minyak wangi dan tukang pandai besi. Yang membawa minyak wangi, boleh jadi dia
memberimu atau kamu membeli kepadanya, atau paling tidak kamu mendapatkan bau
harum semerbak daripadanya. Adapun berteman dekat-dekat tukang pandai besi,
bisa jadi badan atau bajumu terbakar karenanya, atau kamu mendapatkan bau yang
tidak enak daripadanya.”
3. Menjenguk orang sakit
Orang yang mau menjenguk orang yang sedang
sakit, maka ia akan mendapatkan pahala berupa didoakan oleh malaikat. Hal ini
sebagaimana keterangan dari Hadis Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
عن علي رضي الله
عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول مامن مسلم يعود مسلما غدوة إلاصلى
عليه سبعون ألف ملك حتى يمسي وإن عاده عشية صلى عليه سبعون ألف ملك حتى يصبح وكان له
خريف فى الجنة[11]
“Diceritakan
dari Sahabat Ali R.A berkata: saya mendengar Rasululloh Saw bersabda: Tidaklah
seorang muslim menjenguk muslim yang lain pada waktu pagi, kecuali tujuh puluh
ribu malaikat mendoakannya sampai sore. Dan jika menjenguknya sore hari, maka
tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya sampai pagi dan orang yang menjenguk
tadi berhak mendapatkan buah-buahan di surga.”
Begitu besar fadhilah dan pahalanya menjenguk
orang yang sakit, agar kita selalu bersemangat ikut ber empati melihat saudara
kita yang sedang sakit dengan menjenguknya untuk sedikit meringankan
kegelisahan selama sakitnya dan menghiburnya.
4. Mengantar jenazah ke kuburan
Salah satu alasan malaikat Jibril ingin
menjadi manusia adalah akan mengantar jenazah sesame orang yang muslim ke
pemakaman. Karena amalan ini terdapat keutamaan dan pahala yang besar.
Sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
حدثنا أحمد بن
عبدالله بن علي المنجوفي قال حدثنا روح قال حدثنا عوف عن الحسن ومحمد عن أبي هريرة
أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال من اتبع جنازة مسلم إيمانا واحتسابا وكان معه
حتى يصلى عليها ويفرغ من دفنها فإنه يرجع من الأجر بقيراطين كل قيراط مثل أحد ومن صلى
عليها ثم رجع قبل أن تدفن فإنه يرجع بقيراط[12]
“Menceritakan
kepada kami Ahmad bin Abdulloh bin Ali al-Manjufi, berkata: menceritakan kepada
kami Rauh, berkata: menceritakan kepada kami ‘Auf dari Hasan dan Muhammad dari
Abi Hurairah, bahwasannya Rasululloh Saw bersabda: barangsiapa mengantar
jenazah muslim dengan rasa iman dan mengharap pahala dari Alloh SWT, dan dia
bersama jenazah sampai menyolatinya dan selesai menguburnya, maka dia pulang
dengan membawa dua qiroth. Tiap-tiap satu qiroth itu besarnya seperti gunung
Uhud. Dan barangsiapa yang menyolati jenazah kemudian ia pulang sebelum jenazah
dikubur, maka baginya pahala satu qiroth.”
Begitu besar pahala bagi orang yang mau
mengantarkan jenazah ke pemakaman, oleh karena itu, mari kita perhatikan dan
pentingkan amalan ini, manakala kita tidak sedang sibuk, seyogyanya ikut
mengantar jenazah saudara kita aying muslim, agar kita mendapatkan pahala dan
ridho dari Alloh SWT. Dan tentunya kita berharap ketika kita meninggal dunia
kelak, juga akan banyak orang yang mau mendoakan dan mengantar jenazah kita ke
pemakaman.
5. Memberi air
Dalam riwayat Imam An-Nasai hadis nomor 3694
dan 3695 dari Said bin Musayyib dari Sa’ad bin ‘Ubadah, ia berkata:
يارسول الله
إن أمي ماتت أفأتصدق عنها قال نعم قلت فأي الصدقة أفضل قال سقي الماء
“Wahai
Rasulalloh Saw sesungguhnya ibu saya meninggal dunia, apakah boleh saya
bersedekah atas nama ibu saya? Rasululloh Saw menjawab: Ya, saya bertanya
(lagi) sedekah yang paling utama itu apa? Rasululloh Saw menjawab: member air
minum.”
6. Mendamaikan dua orang yang sedang bertengkar
Hal ini sesuai dengan Al-Qur’an Surat
Al-Hujurat ayat 10:
إنما
المؤمنون إخوة فأصلحوابين أخويكم
“Sesungguhnya
orang-orang mukmin itu adalah saudara seagama, karena itu damaikanlah antara
kedua saudara kalian apabila mereka merdua bersengketa/berselisih.”
Jadi apabila kita menjumpai saudara kita yang
sedang bertikai atau bersengketa, maka kita lerai atau mendamaikannya semampu
kita, jangan sampai kita malah mengompor-ngompori menjadi tambah tidak karuan.
Kalau kita mampu mendamaikan saudara kita yang berselisih, maka kita akan
mendapatkan pahala yang besar dari Alloh SWT, hal ini sebagaimana tertuang
dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 114:
لاخير في
كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أومعروف أوإصلاح بين الناس ومن يفعل ذلك ابتغاء
مرضات الله فسوف نؤتيه أجرا عظيما
“Tidak
ada kebaikan pada kebanyakan dari bisikan-bisikan mereka(manusia), kecuali
bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh memberi sedekah, atau berbuat
baik(ma’ruf), atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barang siapa
yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Alloh SWT, maka kelak Kami
memberi kepadanya pahala yang besar.”
7. Memuliakan tetangga dan anak yatim
Begitu penting kita memuliakan tetangga,
karena di dalam hadis Nabi Muhammad Saw telah dijelaskan sebagai berikut:
حدثنا قتيبة
بن سعيد حدثنا أبوالأحوص عن أبي حصين عن أبي صالح عن أبي هريرة قال قال رسول الله
صلى الله عليه وسلم من كان يؤمن باالله واليوم الأخر فلايؤذ جاره ومن كان يؤمن باالله
واليوم الأخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن باالله واليوم الأخر فليقل خيرا أوليصمت[13]
“Menceritakan
kepada kami Qutaibah bin Said, menceritakan kepada kami Abul Ahwash, dari Abi
Hashin, dari Abi Sholih, dari Abi Hurairah berkata: Rasululloh Saw bersabda:
Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari Akhir, maka janganlah menyakiti
tetangganya, dan barang siapa beriman kepada Alloh dan hari akhir maka
muliakanlah tamunya, dan barang siapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka
berkatalah yang baik, atau diamlah.”
Adapun perintah memuliakan anak yatim, juga
tertuang di dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad Saw.
أرأيت الذي
يكذب بالدين فذلك الذي يدع اليتيم...
“Tahukah
kamu orang yang mendustakan agama? (Maka dia) itulah orang yang menghardik anak
yatim (yakni menolak dengan keras dan tidak mau memberikan hak yang seharusnya
ia terima)…” (Al-Ma’un 1-2)
عن سهل بن
سعد قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم أنا وكافل اليتيم فى الجنة هكذا وأشار
بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئا
“Dari
Sahl bin Sa’d berkata: Rosululloh Saw bersabda: saya dan orang yang menanggung
anak yatim di surge seperti ini, Dan Nabi memberi isyarat jari telunjuk dan
jari tengah dan merenggangkan keduanya.”
Manusia Ciptaan Alloh SWT Yang Paling Baik
Bentuknya
Manusia merupakan makhluk ciptaan Alloh SWT
yang paling lengkap disbanding yang lainnya. Hal ini sebagaimana Firman Alloh
Surat At-Tiin:4
لقد خلقنا
الإنسان في أحسن تقويم
“Sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Penciptaan manusia dalam bentuk yang baik ini,
karena Alloh SWT membekali manusia dengan akal, nafsu, dan syahwat. Oleh karena
itu, kehidupan manusia menjadi dinamis, manusia bisa seperti malaikat yang
hanya tunduk dan patuh kepada perintah Alloh SWT. Manusia juga bisa seperti
hewan, yang hanya mementingkan keinginan jasmaniyahnya saja. Bahkan manusia
juga bisa seperti setan yang selalu mengumbar hawa nafsunya tidak mau taat
terhadap Alloh SWT.
Sebagai makhluk ciptaan Alloh SWT yang dalam
wujud terbaik, manusia dikaruniai empat hal sebagai permata dalam dirinya yang
sangat penting. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Hujjatul Islam Imam Ghazali
dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin:
أماالجواهر
فالعقل والدين والحياء والعمل الصالح
“Adapun permata manusia
adalah: akal, agama, sifat malu, dan amal sholeh ( perbuatan baik ).”
1. Akal merupakan ruh untuk memahami agama. Akal
menjadi pemimpin dalam tubuh manusiauntuk menentukan mana yang haq dan mana
yang bathil, mana yang baik dan mana yang buruk. Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani
berkata:
جوهر روحاني خلقه الله تعالى متعلقا ببدن
الإنسان يعرف به الحق والباطل
“Permata ruhani ciptaan Alloh SWT yang berada dalam jasad
manusia itu untuk mengetahui sesuatu yang benar dan yang salah.”
2. Agama adalah aturan atau norma-norma yang
mengarahkan akal manusia untuk menerima hal-hall yang baik, layak dan pantas.
Akal yang sehat akan mengarahkan kita dapat menerima agama yang hanif/lurus,
yang mampu memberikan ketenangan lahir dan batin dalam berkehidupan di
tengah-tengah masyarakat.
إن
الدين عندالله الإسلام (اٰل عمران ١٩)
“Sesungguhnya agama yang diridhai Alloh SWT ialah agama Islam,
yakni syari’at yang dibawa oleh para Rasul dan dibina atas dasar ketauhidan.”
3. Malu merupakan sifat yang dikembangkan oleh
agama untuk mengendalikan perilaku manusia agar dapat membedakan kita dengan
hewan ataupun setan. Kalau tidak ada sifat malu pada manusia, tentu tindakan
dan perilakunya sangat tidak terkontrol dan akan selalu menerjang aturan atau
norma-norma.
Oleh
karena itu, Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani membagi sifat malu menjadi dua, yakni:
pertama حياء نفسي , ialah: rasa malu yang
dimiliki manusia atas pemberian dari Alloh SWT, seperti sifat malu
memperlihatkan aurat dll, yang mana sifat ini tidak diberikan kepada hewan.
Kedua حياء إيماني
ialah:
rasa malu seorang mukmin yang mampu mencegah dirinya dari berbuat maksiat,
karena takut kepada Alloh SWT.
حياء إيماني هو أن يمنع المؤمن من فعل المعاصي
خوفا من الله
4. Amal Sholeh atau perbuatan baik yang dilakukan
manusia merupakan buah atau hasil dari kemampuan manusia yang dapat memahami
agama dan mampu mengendalikan sikap dalam kehidupan, serta adanya pertolongan
dari Alloh SWT.
Manusia yang memiliki iman dan mau beramal
sholeh, baik yang berhubungan dengan Alloh SWT maupun berbuat baik yang
hubungannya dengan sesame ciptaan Alloh SWT, maka ia akan mendaptkan imbalan
pahala dari Alloh SWT berupa ampunan dan pahala besar yang belum pernah dirasakannya
bahkan terlintas dipikirannya.
وعد الله
الذين أمنوا وعملوا الصالحات لهم مغفرة وأجر عظيم
Alloh SWT telah menjanjikan kepada orang-orang
yang beriman dan yang melakukan perbuatan baik bahwa untuk mereka ampunan dan
pahala yang besar.” (QS. Al-Maidah:9)
Manusia yang telah dibekali empat permata di
dalam dirinya ini, harus senantiasa berhati-hati dalam menjaganya jangan sampai
hilang. Karena ada empat sifat jahat yang mampu menghilangkan empat permata
yang ada pada diri manusia tersebut, yaitu:
فالغضب يزيل العقل
والحسد يزيل الدين والطمع يزيل الحياء والغيبة يزيل العمل الصالح
“Adapun
marah dapat menghilangkan akal, hasud (dengki) dapat menghilangkan agama, sifat
serakah dapat menghilangkanmalu, dan menggunjing dapat menghilangkan (pahala)
amal sholeh.”
Semoga Alloh SWT senantiasa membimbing kita
agar selalu bisa menjaga empat permata pada diri kita, sehingga kita menjadi
hamba yang istiqomah atau konsisten di dalam taat dan tunduk kepada Alloh SWT
serta menyibukkan diri untuk selalu beribadah sampai ajal menjemput. Tentu
ridha dan kasih aying Alloh lah yang kita harapkan, agar kita hidup selamat di
dunia sampai akherat.
Tanda-Tanda Alloh SWT Mencintai Hambanya
Kita sebagai orang mukmin harus konsisten atau
istiqamah di dalam mengikuti aturan-aturan atau syari’at yang telah di bawa
oleh Nabi Muhammad Saw, mengerjakan kewajiban-kewajiban, ditambah pekerjaan
yang hukumnya sunnah, serta meninggalkan segala yang telah dilarang oleh
syari’at. Kalau kita mampu berbuat demikan, niscaya kita akan diampuni
dosa-dosanya dan dicintai oleh Alloh SWT. Hal ini sesuai dengan firman Alloh
Surat Ali Imran ayat 31 sebagai berikut:
قل إن كنتم
تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله ويغفر لكم ذنوبكم والله غفور رحيم
“Katakanlah
(wahai Muhammad) jika kamu sekalian mencintai Alloh SWT maka ikutilah aku,
niscaya Alloh mencintai kalian dan Alloh akan memberi ampunan kepada kalian
atas dosa-dosa kalian. Dan Alloh SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Merupakan keberuntungan yang sangat besar
jikalau kita selaku hamba dicintai oleh Alloh SWT. Adapun tanda-tanda Alloh SWT
mencintai hambanya, diantaranya ialah sebagai berikut:
1. القبول فى الأرض
Salah
satu tanda Alloh mencintai hambanya ialah, keberadaan si hamba diterima di
tengah-tengah masyarakat sebagai orang yang baik, yang mampu bergaul dengan
berbagai kalangan,tidak membuat gaduh masyarakat, dan bahkan keberadaannya
sangat bermanfaat untuk orang banyak. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad Saw sebai
berikut:
إذا أحب الله العبد نادى جبريل إن الله يحب
فلانا فاحببه فيحبه جبريل فينادي جبريل فى أهل السماء إن الله يحب فلانا فأحبوه
فيحبه أهل السماء ثم يوضع له القبول فى الأرض[14]
“Ketika Alloh SWT
mencintai hamba, maka memanggil Jibril, sesungguhnya Alloh mencintai fulan,
maka cintailah si fulan, maka Jubril mencintai si fulan. Kemudian Jibril
berseru kepada penduduk langit: sesungguhnya Alloh SWT mencintai si fulan, maka
cintailah kalian semua ke si fulan, maka penduduk langit mencintai si fulan.
Kemudian keberadaan si fulan diterima di atas bumi.”
2. يفقه فى الدين
Diantaratanda
Alloh mencintai hambanya, ialah si hamba diberi pemahaman tentang agama,
sehingga akan mudah melakukan perbuatan yang baik dan jauh dari perbuatan dosa.
Dalam hadist riwayat Imam Ahmad, Rasululloh Saw bersabda:
إن الله عز وجل يعطي الدنيا من يحب ومن لايحب
ولايعطي الدين إلالمن أحب فمن أعطاه الله الدين فقد أحبه
“Sesungguhnya Alloh SWT
memberikan bagian dunia kepada orang yang dicintainya dan juga orang yang tidak
dicintainya. Alloh SWT tidak memberikan bagian pemahaman agama kecuali kepada
orang yang dicintai, maka barang siapa yang diberi pemahaman agama oleh Alloh
SWT, berarti ia dicintai oleh Alloh SWT.”
Orang yang dicintai oleh Alloh SWT dengan
diberi pemahaman agama, ia selalu disibukkan dengan hal-hal yang baik:
فيشغل لسانه
بذكره وجوارحه بطاعته فيكون دوما موصولا بربه فقد جعل الأخرة همه
“Maka
Alloh akan menyibukkan lisan hambanya yang dicintainya dengan selalu
dzikir/ingat kepada Alloh SWT, anggota tubuhnya digunakan untuk taat dan tunduk
aturan Alloh SWT, keberadaannya selalu terhubung dengan Tuhannya, dan sungguh
akheratlah yang menjadi tujuan hidupnya.”
3. Diantara tanda Alloh mencintai hambanya, ialah
jika si hamba meminta sesuatu pasti akan dikabulkan oleh Alloh SWT, dan jika si
hamba meminta perlindungan, pasti Alloh SWT akan melindunginya. hal ini
sebagaimana tertuang dalam hadis yang diceritakan dari Abu Hurairah, Rasululloh
Saw besabda:
حدثني محمد بن عثمان بن كرامة حدثنا خالد بن
مخلد حدثنا سليمان بن بلال حدثني شريك بن عبدالله بن أبي نمر عن عطاء عن أبي هريرة
قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله تعالى قال من عادى لي وليا فقد آذنته
بالحرب وماتقرب إلي عبدي بشيئ أحب إلي مما اقترضته عليه ولايزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل
حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها
ورجله التي يمشي بها ولئن سألني لأعطينه ولئن استعاذني لأعيذنه...[15]
“Sesungguhnya
Alloh SWT berfirman: siapa yang memusuhi wali-ku (kekasihku), maka aku umumkan perang
kepadanya. Dan hambaku tidak bisa mendekatkan diri kepadaku dengan sesuatu yang
lebih aku cintai daripada yang telah aku wajibkan, jika hambaku terus menerus
mendekatkan diri kepadaku dengan amalan sunnah, maka aku mencintai dia, jika
aku sudah mencintainya maka akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk
mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk melihat, dan tangannya yang
ia jadikan untuk memukul dan kakinya yang ia jadikan untuk berjalan. Jikalau ia
meminta kepadaku pasti Kuberi, dan jika ia meminta perlindungan kepadaku pasti
Aku melindunginya.”
4. أن يبتليه بأنواع الإبتلات لينقيه من
الذنوب والسيئات
Diantara tanda Alloh SWT mencintai seorang
hamba, ialah Alloh SWT menguji kepada si hamba denganberbagai macam ujian atau
cobaan, sehingga ia bersih dari dosa-dosa dan keburukan.
وقال النبي صلى
الله عليه وسلم إن عظم الجزاء مع عظم البلاء وإن الله تعالى إذا أحب قوما إبتلاهم فمن
رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط[16]
“Dan
Nabi Muhammad Saw bersabda: sesungguhnya besarnya balasan atau pahala itu
disertai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya ketika Alloh SWT mencintai
suatu kaum, Maka Alloh SWT akan menguji kaum tersebut, barangsiapa yang
rela(terhadap ujian) maka Alloh SWT pun rela, dan barangsiapa yang benci/marah
terhadap ujian tersebut, maka Alloh SWT pun murka terhadap kaum tersebut.”
5. أن يستعمله اي يتوفاه على عمل صالح
Diantara tanda Alloh SWT mencintai seorang
hamba, ialah si hamba ditakdirkan oleh Alloh SWT melakukan aktifitas
perbuatan-perbuatan baik sebelum meninggal dunia. Sehingga ia meninggal dunia
dalam keadaan husnul khotimah. Rasululloh Saw bersabda sebagaimana dalam hadis
riwat Imam Ahmad dan Al-Hakim:
إذا أراد الله
بعبد خيرا استعمله قبل موته فسأل رجل من القوم مااستعمله قال يهديه الله تبارك
وتعالى إلى عمل الصالح قبل موته ثم يقبضه عليه
“Ketika
Alloh SWT menghendaki kebaikan pada seorang hamba, maka Alloh SWT akan
mempekerjakannya sebelum kematiannya. Seorang laki-laki dari suatu kaum
bertanya mengenai apa yang dimaksud dengan mempekerjakannya? Rasululloh Saw
menjawab: (yakni) Alloh SWT memberi hidayah atau petunjuk kepada si hamba untuk
beramal sholeh sebelum kematiannya. kemudian Alloh SWT mencabut nyawa si hamba
dalam keadaan beramal sholeh.”
Semoga Alloh SWT memberikan kita kekuatan agar
selalu menjalankan syari’at Islam dengan istiqamah, sehingga kita menjadi hanba
yang dicintai oleh Alloh SWT. Aamiin…
Kemuliaan Menjaga Sholat Lima Waktu
Kita selaku umat Islam sejatinya telah
berikrar/bersyahadat, berarti kita akan melakukan segala yang diperintahkan
oleh Alloh dan RasulNya, diantaranya ialah senantiasa melakukan kewajiban
sholat fardhu lima waktu.
حافظوا على
الصوات والصلاة الوسطى وقوموا لله قانتين (البقرة:٢٣٨)
Peliharalah/jagalah semua sholatmu, yakni yang
lima waktu dengan mengerjakannya pada waktunya dan sholat wustho/pertengahan,
berdirilah untuk Alloh SWT dalam sholatmu itu dalam keadaan taa’/khusyu’.”
Kita diperintahkan oleh Alloh SWT agar selalu
menjaga sholat tepat pada waktunya, dan melakukannya dengan khusyu’. Kalau kita
mau menjaga sholat kita, maka akan menjadi prestasi yang sangat membanggakan
dan pastinya kita akan menjadi orang yang mulia menurut Alloh SWT.
Sahabat Utsman bin Affan berkata: bahwa
barangsiapa yang mau menjaga sholat lima waktu, maka Alloh akan memuliakannya:
قال عثمان
رضي الله عنه من حفظ الصلوات الخمس لوقتها ودوام عليها اي على محافظة الصلوات أكرمه
الله بتسع كرمات أولها يحبه الله اي يخصه باالقربة والأحوال العلية ويكون بدنه صحيحا
اي بلاعيوب وتحرسه الملائكة من البلايا التي لم تبرم وتنزل البركة اي الخير الكثير
فى داره ويظهر على وجهه سيماالصالحين اي علاماتهم ويلين الله قلبه فيقبل المواعظ ويمر
الصراط كاالبرق اللامع وينجيه الله من النار اي نار جهنم وينزله الله فى الجنة فى جوارالذين
لاخوف عليهم ولاهم يحزنون اي فى قرب الأولياء الكبار[17]
“Sahabat
Utsman berkata: barangsiapa menjaga sholat lima waktu, maka Alloh SWT akan memuliakannya
dengan sembilan kemuliaan:
1. Alloh SWT mencintainya sehingga ia dekat
dengan Alloh SWT dan memiliki kedudukan yang tinggi.
2. Tubuh/badannya sehat tidak berpenyakit.
3. Malaikat akan menjaganya dari musibah-musibah
yang tidak dielakkan.
4. Akan diberi keberkahan/ kebaikan yang banyak
di dalam rumahnya.
5. Tampak jelas diwajahnya tanda-tanda orang
sholeh.
6. Hatinya lembut, sehingga mau menerima
nasehat-nasehat.
7. Melewati shirotol mustaqim dengan cara cepat
seperti kilat yang menyambar.
8. Alloh SWT menyelamatkannya dari Neraka.
9. Alloh SWT menetapkannya di dalam surga, di
samping kekasih-kekasih Alloh yang besar.
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan
pertolongan dan kekuatan kepada kita, agar bisa menjaga sholat lima waktu
dengan istiqomah mengerjakannya tepat di dalam waktunya.
Keutamaan Dzikir Kepada Alloh SWT
Kita selaku orang yang beriman diperintahkan
agar selalu terkoneksi dengan Alloh SWT dengan cara mengingat/dzikir kepada
Alloh SWT dimanapun kita berada, dan dalam kondisi apapun. Dengan berdzikir,
kita akan mendapatkan ketenangan hati, serta menjadi pembeda dengan orang yang
tidak pernah mengingat/dzikir kepada Alloh SWT sebagaimana dalil-dalil dari
Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
الذين أمنوا
وتطمئن قلوبهم بذكر الله ألا بذكر الله تطمئن القلوب
“(Yaitu)
orang-orang yang beriman dan yang merasa tenang tentram hati mereka dengan
mengingat Alloh SWT. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh SWT lah hati
menjadi tentram.”(Q.S. Ar- Ra’d:28)
حدثنا محمد بن
العلاء حدثنا أبو أمامة عن بريد بن عبدالله عن أبي بردة عن أبي موسى رضي الله عنه قال
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم مثل الذ ييذكر ربه والذي لايذكر ربه مثل الحي والميت[18]
“Menceritakan
kepada kami Muhammad bin ‘Ala, menceritakan kepada kami Abu Umamah dari Buraid
bin Abdillah dari Abi Burdah dari Abi Musa R.A. berkata, Rasululloh Saw
bersabda: perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak
mengingat Tuhannya itu seperti orang yang hidup dan orang yang mati.”
حدثنا قتيبة بن
سعيد حدثنا جرير عن الأعمش عن أبي صالح عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه
وسلم إن لله ملائكة يطوفون فى الطرق يلتمسون أهل الذكر فإذا وجدوا قوما يذكرون الله
تنادوا هلموا إلى حاجتكم قال فيحفونهم بأجنحتهم إلى السماء الدنيا قال فيسألهم ربهم
عز وجل وهو أعلم منهم مايقول عبادي قال تقول يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك ويمجدونك قال
فيقول هل رأوني قال فيقولون لا والله مارأوك قال فيقول كيف لو رأوني قال فيقولون لو
رأوك كانوا أشدلك عبادة وأشدلك تمجيدا وأكثر لك تسبيحا قال يقول فمايسألوني قال يسألونك
الجنة قال يقول وهل رأوها قال يقولون لا والله يارب مارأوها قال فيقول فكيف لوأنهم
رأوها قال يقولون لوأنهم رأوها كانوا اشد عليها حرصا وأشد لهاطلبا وأعظم فيها رغبة
قال فمم يتعوذون قال يقولون من النار قال يقول وهل رأوها قال فيقولون لا والله يارب
مارأوها قال يقول فكيف لورأوها قال يقولون لو رأوها كانوا أشدمنها فرارا وأشدلها
مخافة قال فيقول فأشهدكم أني قدغفرت لهم قال يقول ملك من الملائكة فيهم فلان ليس
منهم إنما جاء لحاجة قال هم الجلساء لايشقى جليسهم[19]
“Menceritakan
kepada kami Qutaibah bin Said, menceritakan kepada kami Jarir dari A’masy dari
Abi Sholih dari Abi Hurairah R.A, Rasululloh Saw bersabda: sesungguhnya Alloh
SWT memiliki malaikat yang berkeliling di jalan-jalan bertugas mencari ahli
dzikir. Maka apabila mereka menemukan kaum yang sedang berdzikir kepada Alloh
SWT maka malaikat-malaikat berseru: marilah kalian (menjemput) menuju hajat
kalian. Nabi bersabda: para malaikat mengelilingi ahli dzikir dengan
sayap-sayap malaikat sampai ke langit dunia, Nabi bersabda: Maka Tuhannya
malaikat (Alloh) bertanya dan Dia Maha Mengetahui (tentang) keadaan mereka: apa
yang diucapkan oleh hambaku?, Nabi bersabda: (Malaikat menjawab) hambamu
mengucapkan tasbih (mensucikanmu), takbir (mengagungkanmu), tahmid (memujimu),
dan memuliakanmu. Nabi bersabda: maka Alloh SWT bertanya: apakah hambaku
melihatku?, Nabi bersabda: malaikat menjawab: tidak, demi Alloh mereka tidak
melihat-Mu. Nabi bersabda: Alloh bertanya: bagaimana kalau hambaku melihatku?,
Nabi bersabda: Malaikat menjawab: kalau mereka melihatmu, pasti mereka sangat
lebih bersungguh-sungguh lagi dalam beribadah, dan lebih bersemangat lagi dalam
mengagungkanmu, dan akan lebih banyak lagi dalam mensucikan-Mu(membaca tasbih).
Nabi bersabda: Alloh bertanya: apa yang hambaku minta dariku?, Nabi bersabda:
(malaikat menjawab): mereka meminta surga kepada-Mu. Nabi bersabda: Alloh
bertanya: dan apakah mereka melihat surga?, Nabi bersabda: malaikat menjawab:
tidak, demi Alloh wahai Tuhanku, mereka tidak melihat surga. Nabi bersabda:
Alloh bertanya: bagaimana kalau mereka melihat surga?, Nabi bersabda: malaikat
menjawab kalau sesungguhnya mereka melihat surga, pasti mereka akan lebih
bersungguh-sungguh untuk mendapatkan surga, dan akan lebih bersungguh-sungguh
untuk meminta surga, dan akan sangat menginginkan surga. Alloh SWT bertanya:
maka dari apa mereka meminta perlindungan?, Nabi bersabda: mereka (malaikat)
menjawab: dari neraka. Nabi bersabda: Alloh bertanya: dan apakah mereka melihat
neraka?, Nabi bersabda, maka malaikat menjawab: tidak, demi Alloh wahai
Tuhanku, mereka (hamba-Mu) tidak melihat neraka. Nabi bersanda: Alloh bertanya:
Maka bagaimana kalau mereka melihat neraka?, Nabi bersabda: malaikat menjawab:
kalau mereka melihat neraka,pasti mereka akan lebih sungguh-sungguh lari dari
neraka, dan akan sangat takut terhadap neraka. Nabi bersabda: Maka Alloh SWT
berfirman: maka saksikanlah kalian (malaikat), sesungguhnya saya telah
mengampuni mereka (hambaku), Nabi bersabda: ada satu malaikat dari
malaikat-malaikat itu nyelethuk bertanya kepada Alloh SWT: di dalam (hamba-Mu
yang sedang dzikir) itu ada si Fulan yang bukan bagian dari mereka,
sesungguhnya ia datang (ke majlis dzikir) karena ada hajat (kebutuhan), Alloh
SWT menjawab: mereka semua adalah teman duduk, tidak akan sengsara orang yang
duduk bermajlis bareng-bareng dengan mereka.”
Semoga Alloh SWT memberikan kita kekuatan
kepada kita sekalian, agar senantiasa mau berdzikir kepada Alloh SWT, sehingga
kita tergolong hambanya yang beruntung mendapatkan ampunan dari Alloh SWT.
Manusia Menanggung Amanat Dari Alloh SWT
Alloh SWT berfirman, di dalam surat Al-Ahzab
ayat 72 sebagai berikut:
إنا عرضنا الأمانة
على السماوات والأرض والجبال فأبين أن يحملنها وأشفقن منها وحملها الإنسان إنه كان
ظلوما جهولا
“Sesungguhnya
kami telah tawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka mereka
semuanya enggan memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya,
dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat dzolim
dan amat bodoh.”
Kita selaku manusia harus berani menanggung
amanat dari Alloh SWT. Adapun yang dimaksud dengan amanat ini, banyak ulama
menerangkan tentang amanat ini, diantaranya:
قال بعضهم
المراد بالأمانة الصلوات الخمس
Sebagian Ulama berkata, yang dimaksud dengan
amanah ini ialah sholat wajib lima waktu. Kita diberi amanat oleh Alloh SWT
untuk menjaga sholat fardhu lima waktu, sebagaimana penjelasan di surat
Al-Baqoroh:238
حافظوا على
الصلوات والصلاة الوسطى وقوموا لله قانتين
“Jagalah kamu sekalian
sholat lima waktu dengan dikerjakan pada waktunya dan sholat wustho
(pertengahan), berdirilah untuk Alloh dalam sholatmu itu dalam keadaan
khusyu’.”
حدثنا إبراهيم
بن حمزة قال حدثني ابن أبي حازم والدراودي عن يزيد عن محمد بن إبراهيم عن أبي سلمة
بن عبدالرحمن عن أبي هريرة أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أرأيتم لوأن
نهرا بباب أحدكم يغتسل فيه كل يوم خمساماتقول ذلك يبقى من درنه قالوا لا يبقى من درنه
شيأ قال فذلك مثل الصلوات الخمس يمحوا الله به الخطايا[20]
“Menceritakan
kepada kami Ibrohim bin Hamzah, berkata: menceritakan kepadaku Ibnu Abi Hazim
dan Darowadiy dari Yazid dari Muhammad bin Ibrohim dari Abi Salamah bin
Abdurrohman dari Abi Hurairoh, sesungguhnya beliau mendengar Rasululloh Saw
bersabda: tahukah kalian, jika ada sungai di pintu rumah salah satu diantara
kalian semua, yang mana salah satu diantara kalian mandi disana setiap hari
lima kali, apakah akan tersisa kotoran darinya? sahabat menjawab: tidak akan
tersisa kotoran. Nabi bersabda: itulah perumpamaan sholat lima waktu, Alloh
akan menghapus kesalahan-kesalahan karenanya (melakukan sholat).”
المراد
بالأمانة الأعضاء فالعين أمانة يلزم كفهاعن الحرام والبطن أمانة يلزم كفهاعن ادخال
الحرام واللسان أمانة يلزم كفه عن الغيبة والفحش والأذن أمانة يلزم كفها عن استماع
المنكرات والمناهي وكذا اليد والرجل والفرج أمانات يلزم كفها عن الحرام
Yang dimaksud dengan amanat diantaranya adalah
anggota tubuh manusia. Maka mata adalah amanat yang wajib dicegah dari
memandang yang dilarang, perut juga amanat, kita wajib menjaga perut agar tidak
kemasukkan makanan-makanan atau minuman yang haram. Lisan/lidah juga amanah
dari Alloh agar kita mencegahnya dari menggunjing dan berkata kotor. Telinga
itu amanat dari Alloh yang harus kita jaga dengan cara mencegahnya dari
mendengar hal-hal yang tidak baik dan hal-hal yang dilarang. Begitu juga
tangan, kaki, kemaluan, yang itu semua merupakan amanat, kita harus bisa
mencegah kesemuanya dari melakukan perbuatan yang haram.
المراد
بالأمانة القرأن يلزم عليك أن تلازم لقراءته وتعلمه وتعليمه
Yang dimaksud dengan amanat adalah Al-Qur’an.
Kita selaku umat muslim memiliki tanggung jawab untuk melanggengkan membaca
Al-Qur’an, belajar tentang isi kandungan Al-Qur’an, serta mengajarkan
Al-Qur’an.
المراد بالأمانة
الأهل والأولاد فيلزم عليك أن تأمرهم بالصلاة كماقال الله تعالى وأمر أهلك بالصلاة
فيلزم عليك أن تحفظهم من المحارم واللعب لأنك مسئول عنهم
Yang dimaksud dengan amanat diantaranya ialah
istri dan anak-anak. Wajib bagi kita untuk menjaga keluarga kita dari hal-hal
yang dilarang oleh Agama, serta menjaga keluarga kita dari hal-hal yang tidak
ada manfaatnya. Kita diperintahkan oleh Alloh SWT untuk selalu mengingatkan
keluarga kita agar senantiasa mendirikan sholat fardhu. Karena kita sebagai
kepala keluarga akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akherat tentang
keluarga kita.
Semoga Alloh SWT senantiasa membimbing kita
dan terus memberikan kita kekuatan lahir batin, agar kita bisa menjalankan
amanat dari Alloh SWT ini, sehingga kita menjadi seorang hamba yang selamat di
dunia sampai akhirat.
Berbaik Sangka Kepada Siapapun
Salah satu tanda orang yang tenang hatinya
ialah ia senantiasa berbaik sangka kepada siapapun, baik terhadap sang khaliq
maupun kepada sesame makhluk ciptaan Alloh SWT. Terhadap sang khaliq yakni
Alloh SWT, kita harus memiliki perasaan berbaik sangka yang tinggi, agar kita
mendapatkan ketenangan hati. Rasa optimis terhadap Alloh SWT harus kita pupuk
sedini mungkin, dibarengi dengan melakukan segala yang diperintahkanNya dan
berusaha menjauhi segala yang dilarangNya. Serta apabila kita terlanjur
melakukan kesalahan, segeralah minta maaf atau minta ampun kepada Alloh SWT
dengan cara beristighfar sebanyak-banyaknya dan tidak mengulangi kesalahan,
serta mengganti kesalahan itu dengan berbuat baik sebanyak-banyaknya dan
sebaik-baiknya. Kalau kita sudah berbuat demikian, yakinlah bahwa Alloh akan
mengampuni kesalahan kita. Hal ini sesuai dengan keterangan Al-Qur’an surat
Az-Zumar ayat 53 sebagai berikut:
قل ياعبادي
الذين أسرفوا على أنفسهم لاتقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور
الرحيم
“Katakanlah:hai
hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu
berputus asa dari rahmat Alloh. Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha pengampun lagi maha penyayang.”
Selain berbaik sangka kepada Alloh SWT, kita
hendaknya juga berbaik sangka kepada semua manusia, dalam kondisi apapun dan
status apapun. Kalau kita sudah mampu berbaik kepada siapapun, niscaya kita
tidak akan memandang remeh terhadap siapapun. Selain itu, kita menjadi terhindar
dari sifat berbangga terhadap diri sendiri dan sifat takabur/sombong di hadapan
siapapun. Al-Imam Abu Hamid Muhamad bin Muhamad al-Ghazali menerangkan dalam
kitab Bidayatul hidayah sebagai berikut:
ينبغي
ألاتنظر إلى أحد إلاوترى أنه خير منك وأن الفضل له على نفسك
“seyogyanya janganlah
kamu melihat orang lain kecuali kamu melihat bahwasanya ia adalah lebih baik
dari pada kamu sendiri, dan sesungguhnya dia lebih mulia dari diri kamu
sendiri.”
فإن رأيت
صغيرا قلت هذالم يعص الله وأناعصيته فلاشك أنه خير مني
“Maka
jika kamu melihat orang yang lebih muda dari umurmu, ucapkanlah (dalam hati):
ini orang belum bermaksiat kepada Alloh SWT sedangkan saya sudah lebih dahulu
pernah bermaksiat /durhaka kepada Alloh SWT, maka tidak diragukan lagi bahwa ia
(orang tersebut) adalah lebih baik daripada saya.”
وإن رأيت
كبيرا قلت هذا قدعبد الله قبلي فلاشك أنه خير مني
“Dan
jika kamu melihat orang yang usianya lebih tua darimu, ucapkanlah (dalam
hati):orang ini sungguh telah beribadah kepada Alloh SWT terlebih dulu dari
pada saya, maka tidak diragukan lagi bahwasanya dia adalah orang yang lebih
baik saripada saya,”
وإن رأيت
عالما قلت هذا قد اعطي مالم أعط وبلغ مالم أبلغ وعلم ماجهلت فكيف أكون مثله
“Dan
jika kamu melihat orang yang ‘alim atau pintar, ucapkanlah dalam hati: sungguh orang
ini telah diberi sesuatu yang mana saya tidak diberi sesuatu tersebut, yakni
ilmu pengetahuan, dan dia telah sampai pada sebuah derajat kemuliaan yang saya
belum sampai padanya. Dan dia mengetahui sesuatu yang saya tidak mengetahuinya,
bagaimana mungkin saya bisa sama dengannya?.”
وإن رأيت
جاهلا قلت هذا قدعصى الله بجهل وأنا عصيته بعلم
“Dan
jika kamu melihat orang yang bodoh, ucapkan dalam hati: orang ini sungguh telah
bermaksiat kepada Alloh SWT karena ketidaktahuannya/karena kebodohannya, dan
saya sendiri mengetahui bahwa itu merupakan kemaksiatan yang dilarang akan tetapi
tetap melakukannya.”
وإن رأيت
كافرا قلت لاأدري عسى أن يسلم ويختم له بخير العمل وينسل بإسلامه من الذنوب
“Dan
jika kamu melihat orang kafir, ucapkanlah didalam hati: saya tidak tahu, bisa
jadi dia (akan) masuk Islam dan mengakhiri hidupnya dengan amal yang baik dan
dosa-dosanya terhapus karena ia masuk Islam.”
Itulah alasan-alasan yang harus kita ingat
ketika kita bermuamalah hidup ditengah-tengah masyarakat yang majemuk beraneka
ragam, agar kita tidak meremehkan orang lain dan terus berbaik sangka kepada
siapapun. Karena derajat yang tinggi dalam Islam hanyalah bisa diraih dengan
keimanan dan ilmu pengetahuan. Hal ini sebagaimana QS.Al-Mujadilah:11
يرفع الله الذين
أمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات
“Alloh
SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan juga
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”
Alasan Alloh SWT Memberikan Rizqi Kepada
Manusia
وإن تعدوا
نعمة الله لاتحصوها إن الله لغفور رحيم ( النحل : ١٨)
“Dan
jika kamu menghitung nikmat Alloh SWT, tentu kamu tidak akan bisa
menghitungnya, sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Diantara nikmat Alloh SWT yang diberikan
kepada manusia adalah dalam bentuk rizki sebagaimana kita rasakan sehari-hari
di dunia ini. Pada umumnya manusia menyadari bahwa jumlah rizki yang diterima
dari usaha yang telah dilakukan itu adalah senantiasa semata-mata sudah
ditentukan oleh Alloh SWT. Semuanya ialah kehendak Alloh dalam memberikan rizki
kepada manusia, baik dari jumlahnya maupun jalan atau cara Alloh memberikannya.
Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan
alasan-alasan Alloh SWT memberikan rizki kepada manusia, diantaranya:
1. Rizki itu sudah tercatat di lauhul mahfudz,
sebagaimana QS. Hud ayat 6:
وما من دآبة فى الأرض إلا على الله رزقها ويعلم
مستقرها ومستودعها كل في كتاب مبين
“Tidak satupun dabbah
yang bergerak di atas bumi, melainkan dijamin rizkinya oleh Alloh SWT. Dia
mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya, semua tertulis dalam
kitab yang nyata (lauhul mahfuzh).”
Ayat diatas memberi pelajaran kepada manusia
agar tidak perlu risau mengenai rezeki, karena Alloh SWT sudah pasti
menjaminnya. Tugas kita selaku manusia adalah bertebaran di muka bumi ini
berusaha untuk mendapatkan rizki tersebut, sebagaimana firman Alloh QS.
Al-Jumu’ah:10
فإذاقضيت
الصلاة فانتشروا فى الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون
“Apabila
sudah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kalian di muka bumi, carilah
(rezeki) karunia Alloh dan ingatlah Alloh sebanyak-banyaknya supaya kalian
beruntung.”
2. Rizki yang Alloh berikan kepada manusia karena
si manusia itu bekerja atau berusaha mendapatkannya. jadi manusia yang berdiam
diri saja tidak mau berusaha, tentu rekinya berbeda dengan manusia yang gesit bergerak dan tekun dalam
bekerja.
وأن ليس للإنسان إلا ماسعى (النجم:٣٩)
“Dan
bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah
diusahakannya.”
3. Rizki yang diberikan kepada manusia karena
manusia pandai bersyukur
وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن
عذابي لشديد
“Ingatlah
ketika Tuhanmu memaklumkan: sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan
menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmatku, sesungguhnya
azabku sangat keras ( QS.Ibrahim:7 ).”
4. Rizki yang diberikan Alloh kepada manusia
karena manusia mau bertaqwa kepada Alloh SWT
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث
لايحتسب
“Barangsiapa
bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari
malapetaka di dunia akherat), Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada
disangka-sangka. ( QS. At Tholaq : 2-3 )
5. Rizki yang dianugerahkan oleh Alloh kepada
manusia karena manusia rajin memohon ampun kepada-Nya
فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا يرسل السماء
عليكم مدرارا
“Maka
aku ayinga: mohonlah ampun kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Dia maha
pengampun, Niscaya Dia (Alloh SWT) akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan
lebat/deras.” (QS. Nuh ayat 10-11)
Dengan adanya manusia yang rajin beristighfar
atau minta ampun kepada Alloh SWT maka Alloh akan menurunkan hujan yang lebat
sebagai wasilah/perantara sebagai jalan rezeki kepada manusia, yang mana dengan
adanya hujan akan dapat menumbuhkan tanaman-tanaman, buah-buahan dan lain-lain
yang menjadikan kebutuhan manusia terpenuhi dengan baik.
6. Rizki yang diberikan oleh Alloh kepada manusia
karena Alloh memandang disana ada ikatan pernikahan. Tentunya jumlah rezekinya
orang yang sudah menikah akan berbeda dengan orang yang belum menikah.
وانكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم
وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم (النور:٣٢)
“Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian (jomblo) diantara kamu, dan orang-orang
yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba sahayamu yang
perempuan, jika mereka miskin, Alloh akan memampukan mereka dengan karunianya,
dan Alloh Maha luas pemberiannya lagi maha mengetahui.”
7. Rizki yang diberikan Alloh kepada manusia
karena hakikatnya memberikan kepada anak-anak manusia tersebut
ولاتقتلوا أولادكم خشية إملاق نحن نرزقهم وإياكم
(الإسراء:٣١)
“Dan
janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemiskinan menjadi
melarat, kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepada
kalian.”
8. Rizki yang diberikan Alloh kepada manusia,
karena manusia rajin bersedekah
مثل الذين ينفقون أموالهم في سبل الله كمثل حبة
أنبتت سبع سنابل في كل سنبلة مائة حبة ۗ والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم
(البقرة:٢٦١)
“Perumpamaan
orang-orang yang membelanjakan hartanya di jalan Alloh adalah seperti sebutir
biji/benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada masing-masing tangkai ada
seratus biji, dan Alloh melipatgandakan lebih banyak lagi bagi siapa yang
dikehendakiNya, dan Alloh maha luas lagi maha mengetahui.”
Itulah diantara dalil-dalil cara Alloh
memberikan rezeki kepada manusia di muka bumi ini. Namun, terkadang ada
beberapa manusia yang secara lahir tidak taat kepada Alloh SWT, akan tetapi
hidupnya sangat terlihat enak dan bahkan bergelimang harta, itulah yang dinamakan
istidroj atau jebakan kenikmatan dunia. sebagaimana QS. Al An’am ayat 44:
فلما نسوا
ماذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيئ حتى إذافرحوا بما أوتوا أخذناهم بغتة فإذا هم
مبلسون
“Maka
tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, kamipun
bukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira
dengan apa yang telah diberikan kepada mereka (sebagai istidroj), kami siksa
mereka dengan sekonyong-konyong/tiba-tiba, maka mereka seketika itu terdiam
berputus asa.”
Semoga kita terhindar dari pemberian Alloh
yang berupa istidroj, dan semoga kita mampu menggunakan rezeki pemberian dari
Alloh SWT dengan baik untuk ditasorufkan/disalurkan ke hal-hal yang baik sesuai
tuntunan syara’ dalam rangka ibadah kepad Alloh SWT, sehingga kita menjadi
hamba yang selamat serta beruntung di dunia sampai akhirat.
Kiat-Kiat Menjaga Konsistensi Dalam Beribadah
عن أبي عمرو
وقيل أبي عمرة سفيان بن عبدالله رضي الله عنه قال قلت يارسول الله قل لي فى
الإسلام قولا لا أسأل عنه أحدا غيرك قال قل أمنت بالله ثم استقم (رواه مسلم)[21]
“Dari
Abi Amr ada yang menyebut Abu ‘Amrah Sufyan bin Abdulloh RA, berkata: Aku
berkata wahai rasululloh katakanlah untukku suatu perkataan dalam Islam yang
aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada seorangpun selain Engkau, beliau
bersabda: katakanlah, aku beriman kepada Alloh, kemudian istiqomahlah.”
(HR.Muslim)
Hadis tersebut di atas memberi pelajaran bagi
kita agar kita memiliki iman di dalam hati dan terus konsisten/istiqomah dalam
mempraktekkan iman tersebut, yakni beribadah kepada Alloh SWT. Berikut ada
kiat-kiat agar hidup selalu istiqomah dalam beribadah, diantaranya ialah:
1. Selalu ingat dan sadar bahwa hidup di dunia
hanya sementara. Kita harus bisa memanfaatkan hidup di dunia ini untuk mencari
bekal yang sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya untuk menuju akhirat, yakni
dengan beribadah dan berbuat baik secara konsisten/istiqomah.
والأخرة خير وأبقى (الأعلى:١٧)
“Dan kehidupan di akhirat yang di dalamnya terdapat surga itu
lebih baik dan lebih kekal.”
2. Selalu merasa diawasi oleh Alloh SWT melalui
catatan para malaikatNya
إذ يتلقى المتلقيان عن اليمين وعن الشمال قعيد
مايلفظ من قول إلالديه رقيب عتيد (ق:١٧-١٨)
“Ingatlah ketika dua malaikat pencatat amal yang satu berada di
sebelah kanan, dan yang lain berada di sebelah kiri dalam keadaan duduk. Tiada
suatu ucapan apapun yang dikatakan melainkan ada malaikat pengawas yang selalu
hadir.” (QS. Qaf: 17-18)
Dengan
adanya perasaan bahwa hidup kita senantiasa diawasi oleh Alloh SWT melalui
penjagaan malaikat yang selalu mencatat amal perbuatan kita, maka kita harus
berpikir ulang manakala akan berbuat yang tidak baik. Kita harus selalu
mengerjakan perbuatan yang positif yang selalu diniatkan dalam rangka untuk
beribadah, sehingga kita akan menikmati hasil yang baik kelak di akhirat.
3. Berteman dengan orang yang baik.
Dengan berteman dengan orang-orang yang
baik/sholeh, kita akan selalu mengikuti tingkah lakunya. Karena tutur kata dan
perbuatan orang yang sholeh itu selalu berpedoman pada tuntunan syari’at.
Jangan sampai kita memilih teman yang tidak baik , karena teman yang tidak baik
itu akan mengajak ke dalam kemaksiatan dan akkan menjerumuskan ke jurang
neraka.
الأخلاء
يومئذ بعضهم لبعض عدو إلاالمتقين (الزخروف:٦٧)
“Teman-teman yang akrab
dalam maksiat waktu di dunia, pada hari kiamat sebagian dari mereka menjadi
musuh bagi sebagian yang lain, kecuali teman-teman yang bertaqwa yakni orang
yang saling kasih aying dalam ketaan kepada Alloh SWT, mereka itulah yang
sebenarnya berteman.”
4. Adanya kesadaran akan kebaikan Alloh SWT.
Kita harus terus sadar bahwa kebaiakan Alloh
sangatlah besar kepada kita, yakni telah memberikan kenikmatan yang jumlahnya
sangat banyak, sampai kita tidak dapat meghitungnya. Oleh karena itu, cara yang
paling tepat dalam rangka berterimakasih adalah kita harus menggunakan segala
fasilitas pemberian Alloh SWT untuk selalu beribadah taat kepada semua
perintahNya dan menjauhi segala laranganNYa. Karena kita harus ingat tujuan
Alloh menciptakan kita adalah hanya untuk beribadah kepadaNYa.
وماخلقت الجن
والإنس إلا ليعبدون (الذاريات:٥٦)
“Dan tidaklah aku
ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.”
5. Selalu berdo’a mohon kepada Alloh agar diberi
istiqomah dalam beribadah, diantaranya yang tertuang di dalam QS. Ali Imron
ayat 8
ربنا لاتزغ قلوبنا بعد إذهديتنا وهب لنا من لدنك
رحمة إنك أنت الوهاب
“Wahai Tuhan kami,
janganlah engkau gelincirkan hati kami dari kebenaran setelah engkau berikan
petunjuk kepada kami, dan berilah kami rahmat (yakni keteguhan hati) dari
hadiratMu, sesungguhnya engkau maha Pemberi.”
Ada juga do’a yang diajarkan oleh
Rasululloh Saw sebagai berikut:
وعن شهر بن حوشب قال قلت لأم سلمةرضي الله عنها
ياأم المؤمنين ما اكثر دعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا كان عندك قالت كان
اكثر دعائه يامقلب القلوب ثبت قلبي على دينك[22]
“Dari Syahr bin Hausyab
berkata: saya bertanya kepada Ummu Salamah R.A, Wahai Ummul Mukminin, do’a apa
yang banyak dipanjatkan oleh Rosululloh Saw ketika bersama engkau? Ummu Salamah
menjawab: Wahai dzat yang membolak balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas
agamaMu”.
Begitu sangat pentingnya menjaga konsistensi
keimanan dan terus beribadah kepada Alloh SWT, karena kalau mampu menjaga
istiqomah itu, akan mendapatkan ganjaran/pahala yang besar dari Alloh SWT,
diantaranya yang tertuang di dalam Qur’an Surat Fushilat ayat 30 sebagai berikut:
إن الذين
قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة ألاتخافوا ولاتحزنوا وأبشروا
باالجنة التي كنتم توعدون
“
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Alloh kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka (istiqomah) maka malaikat akan turun kepada mereka
(sewaktu mereka mati) hendaklah kalian janagn takut (akan mati dan hal-hal
setelah kematian) dan jangan pula kalian merasa sedih (atas semua yang telah
kalian tinggalkan yakni istri dan anak-anak, maka kamilah yang akan
menggantikan kedudukan mereka disisi kalian) dan bergembiralah dengan surga
yang telah dijanjikan Alloh kepada kalian.”
Dari ayat tersebut diatas, kita memahami bahwa
orang-orang yang akan mendapatkan kabar gembira berupa mendapatkan surga adalah
untuk orang-orang yang mampu istiqomah menjaga imannya sampai ajal
menjemputnya. Oleh karena itu, tugas kita setelah berikrar menjadi orang yang
beriman adalah terus menjaga konsistensi dalam beribadah kepada Alloh SWT.
Hakikat Kehidupan Yang Baik
من عمل صالحا
من ذكر أوأنثى وهو مؤمن فلنحيينه حيوة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ماكانوا يعملون
(النحل:٩٧)
“Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan, baik laki-laki maupun perempuan dan ia adalah
seorang yang beriman, sungguh kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang
baik, dan akan kami berikan balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa
yang telah mereka kerjakan.”
Dari ayat di atas, kita dapat mengambil
pelajaran bahwa orang yang memiliki modal keimanan, kemudian mau berbuat baik/
beramal sholeh, maka ia akan diberi kehidupan yang baik oleh Alloh SWT. Adapun
yang dimaksud dengan kehidupan yang baik (hayatan thoyyibah) menurut Syekh Abi
Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abi Bakr al-Qurthubi di dalam kitab al-Jami’
al-Ahkam al-Qur’an juz 12 halaman 423
diterangkan bahwa:
وفى الحياة
الطيبة خمسة أقوال
“Dan pengertian hayatan
thoyyibah atau kehidupan yang baik itu ada lima macam:”
الأول أنه
الرزق الحلال
Pertama, yang dimaksud kehidupan yang baik
adalah dikaruniai rezeki yang halal. Karena dengan wasilah mengonsumsi rezeki
yang halal, anggota tubuh manusia akan tergerak untuk melakukan aktifitas yang
baik, ringan melakukan amal-amal sholeh dan beribadah kepada Alloh SWT. Kondisi
kehidupan yang semacam ini adalah kehidupan yang baik disisi Alloh SWT. Oleh
karena itu, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencari rezeki yang
halal, sebagaimana perintah Alloh QS An Nahl ayat 114
فكلوا مما رزقكم
الله حلالا طيبا واشكروا نعمت الله إن كنتم إياه تعبدون
“Maka
makanlah sebagian apa yang telah Alloh anugerahkan kepadamu sebagai rezeki yang
halal lagi baik, dan syukurilah nikmat Alloh jika kamu hanya menyembah
kepadaNya.”
الثاني
القناعة وهي رضا بعطاءالله
Kedua, yang dinamakan kehidupan yang baik
adalah manusia yang menghiasi dirinya dengan sifat qona’ah, yakni: keadaan hati
yang selalu rela/ikhlas dengan semua pemberian dari Alloh SWT. Manusia yang
seperti ini, dia tidak akan iri hati melihat orang lain yang diberi karunia
Alloh yang lebih banyak darinya. Karena dia menyadari bahwa masing-masing
manusia telah diberi jatah oleh Alloh SWT sesuai dengan apa yang sudah
diusahakan manusia itu sendiri serta
semuanya sudah menjadi ketentuan Alloh SWT.
ولاتتمنوا
مافضل الله به بعضكم على بعض للرجال نصيب مما اكتسبوا وللنساء نصيب مما اكتسبن
واسئلوا الله من فضله إن الله كان بكل شيئ عليما
“Janganlah kamu
berangan-angan (iri hati) terhadap apa yang telah dilebihkan Alloh kepada
sebagian kamu atas sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang
mereka usahakan, dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka
usahakan, mohonlah kepada Alloh SWT sebagian dari karuniaNya, sesungguhnya
Alloh adalah maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa:32)
Terlebih Rosululloh Saw bersabda di dalam
hadis riwat Imam Muslim, Shohih Muslim juz 2 halaman 730 sebagai berikut:
قَدْاَفْلَحَ
مَنْ اَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا اٰتَاهُ
“Sungguh
beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rezeki yang cukup, dan Alloh
menganugerahkannya hati yang qona’ah (yang selalu rela) dengan apa yang Alloh
berikan kepadanya.”
Adapun salah satu cara agar hati kita qona’ah
adalah, kita selalu melihat orang-orang yang secara materi duniawi masih berada
di bawah kita, agar kita sadar bahwa kita masih jauh lebih baik dan lebih
beruntung dari padanya. Janganlah kita melihat ke orang-orang yang secara
materi jauh lebih kaya daripada kita. Agar kita tidak menjadi tamak/rakus
terhadap urusan duniawi. Sebagaimana hadis Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
انظروا إلى
من اسفل منكم ولاتنظروا إلى من هو فوقكم
“Lihatlah ke orang-orang
yang berada di bawahmu, janganlah kamu melihat orang-orang yang berada di
atasmu.”
الثالث
توفيقه إلى الطاعة
Yang ketiga, yang dinamakan kehidupan yang
baik adalah seseorang yang kehidupannya selalu mendapat pertolongan dari Alloh
SWT untuk senantiasa melakukan ketaan kepada Alloh SWT. Kita harus berusaha
menggapai pertolongan Alloh ini dengan cara kita harus aktif sealu menolong
Agama Alloh SWT, yakni dengan cara melaksanakan syari’at yang telah dibawa oleh
Rasululloh Saw. Kalau kita mau menolong agama Alloh, pasti Alloh akan menolong
kita, menjadika hidup kita baik di dunia sampai akhirat. Sebagaimana firman
Alloh surat Muhammad ayat 7:
ياأيهاالذين
أمنوا إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم
“Wahai orang-orang yang
beriman, jika kalian menolong agama Alloh dan RosulNya, niscaya Dia (Alloh)
menolong kalian atas musuh-musuh kalian, dan meneguhkan kedudukan kalian.”
الرابعة
حلاوة الطاعة
Yang keempat, yang dimaksud dengan kehidupan
yang baik adalah manakala seseorang telah merasakan manisnya ketaan beriman
kepada Alloh SWT. Orang yang telah mencintai Alloh SWT dan RosulNya di atas
segala-galanya, ia akan berbuat baik kepada siapapun, kehidupannya dihiasi
dengan amal sholeh yang ia lakukan dengan rasa ringan dan penuh penghayatan.
Karena ia telah merasakan lezatnya taat kepada Alloh SWT. Sebagaimana hadis
Nabi Muhammad Saw:
عن أنس رضي
الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان أن يكون الله
ورسوله أحب إليه مما سواهما وأن يحب المرئ لايحبه إلا لله وان يكره ان يعود فى الكفر
كما يكره أن يقذف فى النار
“Dari
Anas R.A, dari Nabi Muhammad Saw: ada tiga perkara yang apabila perkara
tersebut ada pada seseorang, maka ia mendapatkan manisnya iman, yaitu orang
yang lebih mencintai Alloh dan RosulNYa disbanding selainnya, orang yang mencintai
seseorang karena Alloh SWT, orang yang membenci untuk kembali kepada kekufuran,
sebagaimana ia benci dilemparkan/dimasukan ke neraka.”
المعنى ثلاث
خصال يتحلى بها الذي تذوق طعم الإيمان فاشرق فى قلبه فتجلى منه العمل الصالح فيقول
على ربه بمحبته والإكثار من ذكره تعالى واستغفاره وشدة الخوف منه ومن اعرض عن ذكر الله
ولم يؤمن بربه ولاعمل صالحا فمعيشته ضنك لاخير فيها
“Makna
tiga perkara yang menjadikannya merasakan manisnya keimanan itu muncul di dalam
hatinya, dan terlihat jelas darinya melakukan amal sholeh dan kehidupannya
selalu memperbanyak dzikir/ingat kepada Alloh SWT dan senantiasa minta
ampun/beristighfar kepada Alloh dan sangat takut terhadap ancaman dan
siksaanNya. Barangsiapa yang berpaling dari ingat Alloh, dan tidak percaya
dengan(janji) TuhanNya, dan tidak melakukan perbuatan baik/amal sholeh, maka
mata pencahariannya akan sempit dan tidak ada kebaikan di dalamnya.”
الخامسة هي
الجنة
Yang kelima yang dinamakan kehidupan yang baik
adalah surga. Tidak ada kehidupan yang enak dan baik untuk seseorang kecuali
hidup di dalam surga atas kasih sayangnya Alloh. Karena di surga lah kita akan
mendapatkan berbagai kenikmatan yang sangat mewah, dan puncak kenikmatan itu
adalah bisa melihat langsung dzat Alloh SWT.
أصحاب الجنة
يومئذ خير مستقرا وأحسن مقيلا
“Penghuni-penghuni
surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling idah tempat
istirahatnya. (QS. Al-Furqon:24)
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan
pertolongan kepada kita, agar kita dengan mudah melakukan amal baik di dunia
ini, sehingga kita akan mendapatkan kehidupan yang baik oleh oleh Alloh di
dunia sampai akhirat.
Pertanyaan Nabi Musa Kepada Alloh SWT Tentang
Tujuh Perkara
Di dalam hadis riwayat Imam Ibnu Hibban dari
Abu Hurairoh R.A secara marfu’ sampai kepada Nabi Muhammad Saw, bahwa beliau
bersabda:
سأل موسى ربه
عن ست خصال كان يظن أنها له خالصة والسابعة لم يكن موسى يحبها قال:
Nabi Musa bertanya kepada TuhanNya enam
perkara yang mana Nabi Musa menyangka bahwa jawaban enam perkara itu adalah
dirinya sendiri, dan pertanyaan yang ketujuh Nabi Musa tidak menyukai kalau
jawabannya adalah dirinya, Nabi Musa berkata:
يارب أي
عبادك أتقى قال الذي يذكر ولاينسى
Wahai Tuhanku, siapakah hambamu yang paling
bertaqwa? Nabi musa menyangka bahwa jawabannya adalah kamu wahai musa, tetapi
jawaban Alloh adalah: orang yang paling bertaqwa adalah ia yang selalu
ingat/dzikir kepada Alloh SWT. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk
selalu ingat kepada Alloh SWT dimanapun kita berada dan dalam kondisi apapun,
agar kita menjadi hamba Alloh yang paling bertaqwa.
الذين يذكروا
الله قياما وقعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون فى خلق السموات والأرض
“Orang-orang yang selalu
ingat/dzikir kepada Alloh dalam tingkah berdiri, duduk, dan berbaring dan
senantiasa bertafakur/berfikir tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali
Imron ayat 191)
قال فأي
عبادك أهدى قال الذي تتبع الهدى
Nabi Musa bertanya: maka siapakah hambamu yang
paling mendapat petunjuk? Nabi Musa menyangka kalau jawabannya kamu wahai musa,
tetapi Alloh menjawab orang yang paling mendapat petunjuk adalah orang yang mau
mengikuti petunjuk itu. Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk selalu
mengikuti petunjuk-petunjuk Alloh SWT yang sudah diajarkan oleh Rosululloh Saw
dan para Ulama selaku pewaris Nabi dalam mengajarkan petunjuk itu. Dan kita
terus memohon, berdo’a agar mendapatkan petunjuk dari Alloh SWT, sebagaimana
do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai berikut:
عن عبدالله
بن مسعود رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال اللهم إني أسألك الهدى
والتقى والعفاف والغنى[23]
“Dari
Abdillah bin Mas’ud R.A bahwasannya Nabi Muhammad Saw bersabda: Ya Alloh
sesungguhnyasaya memohon petunjuk, ketaqwaan, keterjagaan, dan kekayaan.”
فأي عبادك
أعلم قال عالم لايشبع من العلم يجمع علم الناس الى علمه
Nabi Musa bertanya siapakah hambamu yang
paling ‘Alim atau paling pintar? Nabi Musa menyagka bahwa jawabannya kamu wahai
musa, tetapi Alloh menjawab orang yang paling pintar adalah orang yang berilmu
yang tidak pernah merasa puas dari ilmu, yang menyatukan ilmu-ilmu manusia
dengan ilmunya. oleh karena itu, marilah kita bersemangat untuk terus mencari
ilmu agar hidup kita mulia di dunia sampai akhirat.
قال فأي
عبادك أحكم قال الذي يحكم للناس مايحكم لنفسه
Nabi Musa bertanya siapakah hambamu yang
paling bijaksana? Nabi Musa menyangka jawabannya engkau wahai musa, tetapi
Alloh menjawab orang yang paling bijaksana ialah orang yang menghukumi manusia
sebagaimana ia menghakimi diri sendiri.
قال فأي
عبادك أعز قال الذي إذا قدر عفا
Nabi Musa bertanya siapakah hambamu yang
paling mulia, Nabi Musa menyangka jawabannya engkau wahai Musa, tetapi Alloh
menjawab orang yang paling mulia ialah orang yang mampu untuk membalas, tetapi
ia memaafkan. Oleh karena itu, apabila kita didholimi orang lain, dan kita
mampu untuk membalas kedholiman tersebut, hendaknya kita tahan dan memilih untuk
memaafkan orang yang mendholimi, sehingga kita menjadi orang yang mulia.
مانقصت صدقة
من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلاعزا وماتواضع أحد لله إلارفعه الله
“Tidak akan berkurang
harta yang dipakai untuk bersedekah, dan tidaklah Alloh menambah kepada seorang
hamba yang mau memaafkan kecuali menambah kemuliaan, dan tidaklah orang yang
tawadhu’ kareana Alloh, melainkan Alloh mengangkat derajatnya.”
قال فأي
عبادك أغنى قال الذي يرضى بما أوتي
Nabi Musa bertanya siapakah hambamu yang
paling kaya? Nabi Musa menyangka jawabannya adalah engkau wahai Musa, tetapi
Alloh menjawab orang yang paling kaya ialah orang yang rela/rido dengan apa
yang dia terima dari pemberian Alloh SWT. Oleh karena itu, marilah kita
berusaha untuk selalu ikhlas, rido/rela dengan semua yang telah Alloh berikan
kepada kita baik sedikit maupun banyak, senantiasa harus kita syukuri.
Rasululloh Saw bersabda, dari Abi Hurairoh R.A:
ليس الغنى عن
كثير العرض ولكن الغنى غنى النفس
“Tidaklah dikatakan kaya
dari banyaknya harta benda, tetapi yang dinamakan kaya adalah kaya hatinya.”
Kita harus terus memohon kepada Alloh dari
kekayaan dan memohon diberi rasa kecukupan harta benda. karena Alloh SWT dzat
Maha pemberi kekayaan dan kecukupan. Sebagaimana QS. An Najm ayat 48:
وأنه هو أغنى
وأقنى
“Dan
bahwasanya Dia (Alloh) yang memberi kekayaan dan kecukupan.”
قال فأي
عبادك أفقر قال صاحب منقوص
Nabi Musa bertanya maka siapakah hambamu yang
paling fakir? Nabi Musa menyangka kalau jawabannya engkau wahai musa, dan Nabi
Musa tidak menyukai jawaban itu, tetapi Alloh menjawab orang yang paling fakir
adalah orang yang selalu merasa serba kekurangan. Oleh karena itu, marilah kita
harus berusaha menjadi orang yang selalu merasa cukup atas pemberian Alloh SWT.
Kalau kita sudah mampu berada di level merasa cukup terhadap segala pemberian
Alloh, maka kita akan menjadi orang yang beruntung, sebagaimana Sabda Nabi
Muhammad Saw:
قَدْاَفْلَحَ
مَنْ اَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللهُ بِمَا اٰتَاهُ
“Sungguh
beruntung orang yang masuk Islam dan diberi rezeki yang cukup, dan Alloh
menganugerahkannya hati yang qona’ah (yang selalu rela) dengan apa yang Alloh
berikan kepadanya.”
Semoga tujuh pertanyaan Nabi Musa kepada Alloh
tersebut di atas, menjadikan kita pelajaran agar kita menjadi pribadi yang baik
sehingga kita akan menjadi mulia menurut Alloh SWT di dunia sampai akhirat.
Lima Kegelapan dan Lima Penerangnya
Ada sebuah maqolah / perkataan dari sahabat
Abu Bakar Ash Shiddiq, bahwa menurut beliau ada lima kegelapan dan lima
penerangnya:
عن أبي بكر الصديق
رضي الله عنه الظلمات خمس والسرج لها خمس حب الدنيا ظلمة والسراج لها التقوى[24]
Diceritakan dari Abu Bakar Ash Shiddiq, ada
lima kegelapan dan lima penerangnya, pertama: cinta dunia itu gelap dan
penerangnya adalah taqwa.
Kita harus menyikapi dunia dengan wajar-wajar
saja, jangan terlalu hanyut mencintai dunia secara buta, harus dibarengi dengan
ketaqwaan kepada Alloh SWT. Karena sejatinya dunia ini hanyalah permainan dan
sendau gurau saja, sebagaimana firman Alloh QS. Al-An’am ayat 32:
وما الحياة
الدنيا إلالعب ولهو وللدار الأخرة خير للذين يتقون أفلاتعقلون
“Dan tiadalah kehidupan
dunia ini selain dari main-main dan sendau gurau, dan sungguh kampong akhirat
itu lebih baik bagi orang-orang yang taqwa, maka tidak kamu memahaminya?.”
والذنب ظلمة
والسراج له التوبة. إن العبد إذا أخطأ خطيئة نكتت في قلبه نكتة سوداء فإذا هو نزع
واستغفر وتاب صقل قلبه
Kedua: dosa itu kegelapan, dan penerangnya
adalah bertaubat. Sesungguhnya seorang hamba ketika melakukan satu kesalahan,
maka hatinya ada noda hitam (makin banyak kesalahannya/dosa, maka makin banyak
pula noda hitamnya), ketika sorang hamba itu berhenti melakukan dosa/kesalahan
dan meminta ampun/beristighfar, serta bertaubat, maka hatinya menjadi
mengkilap, hilanglah noda-noda hitam pada hatinya. Kita selaku manusia pasti
tidak luput dari berbuat salah/dosa, oleh karena itu, kita harus segera
memperbaiki diri dengan cara bertaubat, agar kita menjadi orang yang beruntung,
sebagaimana Firman Alloh QS. An-Nur ayat 31:
وتوبوا الى
الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون
“Dan bertaubatlah kamu
sekalian kepada Alloh SWT wahai orang-orang yang beriman supaya kamu
beruntung.”
وعن الأغر بن
يسار المزني رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ياأيها الناس
توبوا إلى الله واستغفروه فإني أتوب فى اليوم مائة مرة[25]
“Diceritakan
dari al-Aghor bin Yasar al-Muzanni R.A. berkata, Rosululloh Saw bersabda: wahai
manusia, bertaubatlah kepada Alloh SWT dan minta ampunlah kalian kepadaNya,
sesungguhnya saya bertaubat dalam sehari selama seratus kali.”
والقبر ظلمة
والسراج لا إله إلا الله محمد رسول الله
Ketiga: alam kubur/alam barzah adalah gelap,
dan penerangnya adalah kalimat La ilaha illalloh Muhammadur rosululloh.
Tidaklah dipungkiri setiap manusia pasti akan
melalui fase menuju alam kubur/alam barzah, yang mana alam kubur itu gelap,
kita perlu bekal untuk menerangi alam kubur kita, yakni kalimat tauhid. oleh
karena itu marilah kita jaga keimanan dalam hati kita dan terus memperbanyak
dzikir mengucap kalimat tauhid, karena itu merupakan utama-utamanya dzikir.
عن جابر رضي
الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أفضل الذكر لا إله إلا الله[26]
“Dari
Jabir R.A berkata: saya pernah mendengar Rosululloh Saw bersabda:
utama-utamanya dzikir adalah kalimat la ilaha illalloh.”
والأخرة ظلمة
لكثرة الأهوال والسراج لها العمل الصالح
Keempat: akhirat itu gelap karena banyaknya
masalah yang menyusahkan, dan penerangnya adalah perbuatan baik. Oleh karena
itu, marilah kita memperbanyak perbuatan baik di dunia ini, untuk bekal kita
menuju alam akhirat. Apabila kita melakukan perbuatan baik, niscaya dosa-dosa
kita akan dihapus oleh Alloh SWT, sehingga kelak di akhirat kita mendapat
balasan yang baik dari Alloh SWT, sebagaimana QS. al-Ankabut:7
والذين أمنوا
وعملوا الصالحات لنكفرن عنهم سيأتهم ولنجزينهم أحسن الذي كانوا يعملون
“Dan
orang-orang yang beriman dan beramal baik, benar-benar akan kami hapuskan dari
mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan kami beri mereka balasan yang
lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.”
والصراط ظلمة
والسراج له اليقين وهو تحقيق التصديق بالغيب بإزالة كل ريب
Kelima: Shirot itu gelap, dan penerangnya
adalah yakin, yaitu menyatakan kebenaran tentang hal yang gaib dengan
meninggalkan tiap-tiap keraguan. Hal ini sebagaimana Sabda Rosululloh Saw
sebagai berikut:
عن أبي محمد
الحسن بن علي بن أبي طالب سبط رسول الله صلى الله عليه وسلم وريحانته رضي الله
عنهما قال حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم دع مايريبك إلى مالا يريبك[27]
“Diceritakan
dari Abi Muhammad Hasan bin Ali bin Abi Tholib cucu Rosululloh Saw dan
kesayangan beliau rodiyallohu anhuma berkata: saya hafal (sebuah hadis) dari
Rosululloh Saw: tinggalkanlah yang meragukanmu dan ambillah (lakukan) yang
tidak meragukanmu.”
Dari hadis di atas, kita memiliki aqidah yang
harus kita pegang sampai ajal menjemput kita, yakni tentang kebenaran ajaran Islam.
Oleh karena itu, marilah kita terus menjaga iman islam kita dan kita hiasi
dengan budi pekerti yang baik serta amal perbuatan yang baik pula, agar hidup
kita selamat di dunia sampai akhirat.
[1] Kitab Taisirul Khollaq fi ‘Ilmil Akhlaq, karya Syekh Hafidh Hasan Al-Mas’udi, hal.8
[2]Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 37.
[3] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 10, hal.103, nomor hadits 5645.
[4] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 28-29.
[5] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 10, hal.116, nomor hadits 5653.
[6] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 10, hal.103, nomor hadits 5641-5642.
[7] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 273.
[8] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 164.
[9] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 449.
[10] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 2, hal.142.
[11] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 401.
[12] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 1, hal.108, nomor hadits 47.
[13] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 10, hal.445, nomor hadits 6018.
[14] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 6, hal.303, nomor hadits 3209.
[15] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 11, hal.340-341, nomor hadits 6502.
[16]Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 37.
[17] Kitab Syarh Nashoihul ‘Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi, hal.58.
[18] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 11, hal.208, nomor hadits 6407.
[19] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 11, hal.208-209, nomor hadits 6408.
[20] Kitab Fathul Bari, Karya Imam Ahmad bin Ali bin Hajar Al Asqolaniy, Juz 2, hal.11, nomor hadits 528.
[21] Kitab Al Arba’in An Nawawi, karya Imam Nawawi, hal. 14.
[22] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 560.
[23] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 555.
[24] Kitab Syarh Nashoihul ‘Ibad karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi, hal.30-31.
[25] Kitab Riyadus Sholihin, karya Imam Nawawi, hal. 13-14.
[26] Ibid, hal 544.
[27] Kitab Al Arba’in An Nawawi, karya Imam Nawawi, hal. 11.
