Minggu, 14 Agustus 2016

Zlatan Ibrahimovic di Liga Inggris

Zlatan Langganan Bikin Gol di Laga Debut
Zlatan Ibrahimovic menandai debutnya di Premier League dengan sebuah gol ke gawang Bournemouth. Rupanya Ibrahimovic memang langganan bikin gol di laga debut.

Manchester United mengawali Premier League 2016-17 dengan angka penuh setelah menundukkan Bournemouth 3-1 di Vitality Stadium, Minggu (14/8/2016). Meski menang, MU baru bisa memecah kebuntuannya di menit 40 berkat gol Juan Mata. 

Setelah turun minum, MU menambah dua gol lagin lewat kapten Wayne Rooney di menit 59 dan Ibrahimovic lima menit kemudian. Satu-satunya gol balasan Bournemouth dibuat Adam Smith di menit 69.

Statistik Opta mencatat bahwa, Ibra kini sudah mencetak gol di laga-laga debutnya di Premier League, Serie A, La Liga, Ligue 1 dan Liga Champions.

"Tim tampil bagus. Tadi adalah sebuah laga yang sulit. Di babak pertama, kami belum 100 persen tapi kami memiliki ruang lebih besar di babak kedua dan bisa memainkan permainan kami," ungkap striker MU ini kepada Sky Sports.

"Penting untuk memulai dengan baik. Tidak mudah [berada di liga yang baru]. Segalanya baru untukku, rekan setim, klub, lingkungannya. Aku cuma memainkan permainanku saja. Aku mencoba melakukan pekerjaanku dan membantu tim. Target pertama adalah menang, tapi juga bagus kalau aku mencetak gol."

Setelah meninggalkan Ajax, Ibra hijrah ke Italia dengan bermain di Juventus dan Inter Milan selama lima tahun. Setelahnya, pesepakbola berusia 34 tahun ini ke Spanyol untuk membela Barcelona selama dua musim sebelum kembali ke Italia dengan bergabung AC Milan.

Ibra lantas menjajal Prancis dengan menghabiskan empat musim di Paris St. Germain, sebelum menerima pinangan MU untuk bermain di Inggris. Sedangkan di Liga Champions, Ibra mengawali debutnya bersama Ajax pada 2002.

Gol-gol Zlatan di Laga Debut

Serie A (12/9/2004)
Brescia 0-3 Juventus [1 gol]

La Liga (31/8/2009)
Barcelona 3-0 Sporting Gijon [1]

Ligue 1 (11/8/2012)
PSG 2-2 Lorient [2]

Premier League (14/8/2016)
Bournemouth 1-3 MU [1]

Liga Champions (17/9/2002)
Ajax Amsterdam 2-1 Olympique Lyon [2]

Senin, 08 Agustus 2016

Zlatan Ibrahimovic identik dengan trofi juara


Manchester United mampu meraih trofi Community Shield. Zlatan Ibrahimovic bilang bahwa suatu yang besar di MU sudah dimulai dengan raihan trofi.

Saat melakoni pertandingan di Wembley, Minggu (7/8/2016), MU memetik kemenangan 2-1 atas Leicester City. Mereka pun sukses memenangi trofi pertama musim ini.

Dalam laga itu, MU unggul lebih dulu berkat gol yang diciptakan oleh Jese Lingard di paruh pertama laga. Keunggulan itu buyar saat Jamie Vardy sukses menceploskan bola di menit 52.

Di saat pertandingan tinggal menyisakan tujuh menit waktu normal, Ibrahimovic menjadi pembeda. Dia sukses mencetak gol lewat sundulan kepala.

"Ini terasa menyenangkan. Laga resmi pertama, kami bermain untuk memperebutkan piala, dan kami menjadi pemenang. Ini merupakan trofi ke-31 yang berhasil saya raih. Saya super happy. Semoga kami bisa memenangi lebih banyak lagi dari ini," kata Ibrahimovic di BTSport.

"Ini merupakan pertandingan yang sulit. Kami bermain melawan tim bagus. Mereka sangat kuat. Suatu hal yang besar sedang terjadi di tim kami. Kami memulainya dengan raihan trofi.

"Saya merasa sangat baik. Tim ini fantastis. Ada rekan-rekan tim yang bagus, semangat yang bagus. Pelatih melakukan apapun untuk menang. Ini mungkin menjadi pemain terbesar yang pernah saya bela. Satu lain yang bisa saya bandingkan adalah Milan," imbuhnya.

Senin, 11 Juli 2016

Portugal Raja Eropa 2016


Awalnya, portugal tidak terlalu diunggulkan dalam pertandingan di Stade de france, Paris, Minggu atau Senin dinihari (WIB). Namun, portugal dapat mempermalukan ayam jantan di hadapan pendukungnya.
Pertandingan yang memperebutkan titel penguasa Eropa tersebut berlangsung sengit sejak menit awal. Alhasil, benturan-benturan pun tidak bisa dihindarkan. Menit delapan ronaldo mendapat perawatan menyusul tabrakannya dengan Dimitri Payet.
Menit sembilan, Griezmann nyaris membuka angka bagi tuan rumah. Menerima umpan silang Dimitri Payet, Griezmann langsung melompat untuk menyundul bola. Beruntung Hugo Lloris yang sudah out position masih bisa menepis bola.
Cristiano Ronaldo tidak bisa menyembunyikan kesedihannya setelah dibopong keluar lapangan di menit 18. Ronaldo yang mengalami kontak dengan Dimitri Payet harus kembali mendapat perawatan di pinggir lapangan. Mantan pemain Manchester United tersebut pun terlihat menangis saat keluar lapangan.
Berselang beberapa menit, Ronaldo terlihat kembli kelapangan. Meski jalan dengan terpincang, ia memutuskan untuk melanjutkan permainan. Namun apa daya, Ronaldo tidak bisa lanjutkan dan diganti oleh Ricardo Quaresma.
Prancis kembali mendpat peluang di menit 33. Moussa Sissoko yang mendapat bola di kotak penalti berhasil mengecoh salah satu bek Portugal. Dengan berputar badan, Sissoko langsung melepaskan tembakan keras. Namun lagi-lagi penampilan apik Rui Patricio berhasil menggagalkan usaha tuan rumah.
Tidak ada peluang emas lagi yang tercipta di babak pertama. Hingga wasit meniup peluit panjang babak pertama, kedudukan masih 0-0.
Bintangnya adalah pemain pengganti Eder. Sepakan kerasnya di menit 109 berhasil menghujam jala gawang Les Bleus – julukan Prancis.
Akhirnya, Timnas Portugal secara mengejutkan menjadi juara di Piala Eropa 2016, setelah Seleccao das Quinas – Julukan timnas Portugal sukses menumbangkan Prancis dengan skor 1-0.

Senin, 30 Mei 2016

Real Madrid Juara Liga Champions 2015/2016

Ronaldo Masih di Level Terbaik
Real Madrid tampil sebagai juara Liga Champions 2015/2016. Mereka menjadi juara setelah mengalahkan Atletico Madrid via babak adu penalti.

Dengan demikian, Madrid pun sukses meraih gelar juara ke-11 mereka di turnamen ini; 'La Undecima', demikian mereka melabelinya. Los Blancoskembali sukses menundukkan Atletico, rival sekota sekaligus lawan mereka di final dua tahun lalu.

Setelah bermain 1-1 selama 120 menit, pertandingan ini dilanjutkan ke babak adu penalti. Di babak tos-tosan tersebut, penendang keempat Atletico, Juanfran, gagal. Tendangannya menerpa tiang gawang dan membuat Atletico tetap tertinggal 4-3.

Penendang kelima Madrid, Cristiano Ronaldo, pun mendapatkan makanan empuk. Ia tidak membuang peluang yang sudah ada di depannya. Tendangannya masuk, mengubah skor menjadi 5-3, dan membawa Madrid meraih trofi juara Liga Champions musim ini.

Jalannya Pertandingan

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro, Milan, Minggu (29/5/2016) dini hari WIB, Madrid langsung tampil menekan setelah kick-off dilakukan. Di sisi lain, Atletico juga berani tampil terbuka. Mereka tidak hanya sekadar menunggu Madrid melakukan serangan, lalu balas melakukan serangan balik.

Kendati begitu, Madrid tampil lebih dominan. Berulang kali, serangan mereka --yang kebanyakan diawali oleh umpan silang dan umpan panjang langsung ke depan-- banyak membahayakan pertahanan Atletico. Peluang pun mereka dapatkan ketika pertandingan baru berjalan lima menit.

Berawal dari pelanggaran Filipe Luis terhadap Gareth Bale, Madrid mendapatkan tendangan bebas tak jauh dari kotak penalti Atletico. Bale sendiri yang mengeksekusi tendangan bebas tersebut.

Dari tendangan bebas Bale, yang dieksekusi dengan kaki kiri, bola menusuk ke depan gawang Atletico. Casemiro pun langsung menyambarnya sebelum bola menyentuh tanah. Sial bagi Casemiro, tendangannya masih bisa ditepis kiper Atletico, Jan Oblak, dengan kakinya.

Ketika pertandingan memasuki menit ke-15, Madrid kembali mendapatkan tendangan bebas. Dari tendangan bebas inilah, yang kali ini dieksekusi oleh Toni Kroos, Madrid meraih keunggulan.

Tendangan bebas Kroos disambut dengan sundulan oleh Bale. Bola yang melambung ke depan gawang Atletico setelah disundul Bale itu lantas disambar oleh Sergio Ramos dengan sepakan datar. Kali ini, Oblak tidak mampu menghalaunya. Madrid unggul 1-0.

Tertinggal dari rival sekota, Atletico tidak panik. Mereka tidak lantas terburu-buru untuk langsung menghambur ke depan dan menggempur pertahanan Madrid. Beberapa kali, mereka memutar-mutar bola di tengah, sebelum akhirnya melepaskan umpan terobosan ke depan ketika celah sudah terbuka.

Namun demikian, Madrid juga terbilang disiplin dalam bertahan. Trio Casemiro-Luka Modric-Toni Kroos tidak pernah berdiri terlalu jauh dari lini pertahanan Madrid sehingga membuat Atletico kesulitan untuk menemukan celah.

Dua peluang sempat didapatkan Atletico via Antoine Griezmann. Namun, satu tendangan Griezmann terlalu pelan sehingga dengan mudah ditangkap oleh Keylor Navas. Sementara, sepakan Griezmann lainnya melebar tipis di sisi kanan gawang Madrid.

Babak pertama berakhir setelah injury time selama satu menit selesai. Gol Ramos jadi pembeda di paruh pertama ini.

Babak kedua kemudian diawali dengan sebuah kejadian, yang kemudian membuat cerita final 2015/2016 ini menjadi lebih menarik. Baru beberapa saat pertandingan paruh kedua berjalan, Atletico mendapatkan penalti setelah Pepe melakukan pelanggaran terhadap Fernando Torres.

Griezmann kemudian mengeksekusi tendangan penalti itu. Namun, tidak ada gol yang tercipta setelahnya. Tendangan kaki kiri Griezmann menerpa mistar gawang dan bola kemudian memantul jauh. Ini adalah penalti kedua Griezmann musim ini, ketika menghadapi Madrid, dan dua-duanya gagal.

Tidak lama setelah penalti itu, pelatih Atletico, Diego Simeone, tampak memberikan sedikit wejangan dan menyemangati Griezmann di pinggir lapangan. Simeone kemudian menepuk anak buahnya itu dan mempersilakannya untuk main kembali.

Atletico tampil lebih agresif di babak kedua ini. Dengan masuknya Yannick Ferreira Carrasco --menggantikan Augusto--, mereka banyak menekan dari sisi sayap kiri. Beberapa kali mereka juga memaksa Madrid untuk bertahan amat dalam.

Kendati begitu, Madrid masih sempat memberikan ancaman untuk gawang Atletico. Pada menit ke-69, sebuah serangan balik Madrid diakhiri dengan sepakan Karim Benzema dari dalam kotak penalti. Sial bagi Benzema, dan juga Madrid, tendangan bomber asal Prancis itu masih bisa ditepis oleh Oblak.

Tidak beberapa lama setelahnya, gantian peluang Bale yang gagal. Tendangan keras datar pemain asal Wales itu dihalau pemain Atletico tepat di depan garis gawang Atletico.

Pada akhirnya, Atletico berhasil menyamakan kedudukan. Ketika pertandingan menginjak menit ke-79, Carrasco --si pemain pengganti-- membobol gawang Madrid.

Gol bermula dari sebuah serangan dari sisi kanan (atau kiri pertahanan Madrid). Umpan silang dari Juanfran langsung disambar oleh Carrasco yang berada di depan gawang Madrid. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, Madrid masih sempat mendapatkan peluang lewat Ronaldo. Menerima umpan terobosan dari Bale, Ronaldo berusaha mengecoh Oblak dan melepaskan sepakan. Namun, sepakan Ronaldo dengan cepat dihalau oleh Oblak.

Sama seperti final dua tahun lalu, pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan.

Di babak tambahan, tidak banyak peluang tercipta. Namun, sebelum babak tersebut dimulai, beberapa pemain Madrid seperti Ronaldo dan Bale tampak mengalami kram. Mereka pun langsung mendapatkan perawatan dari fisioterapis tim.

Kendati demikian, para pemain Madrid tersebut masih bisa lanjut bermain. Yang tidak bisa melanjutkan permainan malah bek Atletico, Filipe Luis, yang mengalami cedera di pangkal pahanya. Luis pun digantikan oleh Lucas Hernandez.

Menjelang akhir babak tambahan, Madrid menggempur pertahanan Atletico. Namun, dua kali peluang mereka gagal lantaran terlalu lama untuk melepaskan sepakan. Dua kali juga usaha mereka digagalkan oleh blok pemain-pemain bertahan Atletico.

Laga pun dilanjutkan ke babak adu penalti.

Di babak adu penalti, hanya satu penendang yang gagal, yakni Juanfran. Namun, gagalnya tendangan Juanfran --yang mengenai tiang gawang-- sudah cukup untuk memukul Atletico.

Penendang kelima Madrid, Ronaldo, menjalankan tugasnya dengan baik. Madrid menang 5-3 lewat adu penalti dan keluar sebagai juara.

Adu Penalti

Real Madrid

1. Lucas Vazquez - gol
2. Marcelo - gol
3. Gareth Bale - gol
4. Sergio Ramos - gol
5. Cristiano Ronaldo - gol

Atletico Madrid

1. Antoine Griezmann - gol
2. Gabi - gol
3. Saul Niguez - gol
4. Juanfran - gagal

Susunan Pemain

Real Madrid: Navas, Carvajal (Danilo 51), Pepe, Ramos, Marcelo, Kroos (Isco 72), Casemiro, Modric, Bale, Ronaldo, Benzema (Lucas Vazquez 77).

Atletico Madrid: Oblak, Juanfran, Savic, Godin, Filipe Luis (Lucas Hernandez 108), Koke, Gabi, Augusto (Carrasco 45), Saul, Torres, Griezmann.